DILI, 27 November 2025 (TATOLI)— Presiden Republik, Jose Ramos-Horta, hari ini melantik Manuel Antonio Araújo Serrano sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Demokratik Timor-Leste yang baru di Portugal. Pelantikan Dubes tersebut untuk lebih memperkuat hubungan diplomatik antara Portugal dan Timor – Leste.
Dalam pelantikan yang digelar di Istana Negara Kepresidenan, Dili, Kamis ini, Presiden Ramos-Horta menyatakan keyakinannya bahwa pengalaman diplomatik Duta Besar Serrano yang luas akan berkontribusi signifikan terhadap pendalaman hubungan bilateral antara Timor-Leste dan Portugal.
“Hubungan kita dengan Portugal merupakan pilar mendasar kebijakan luar negeri kita, yang dibangun di atas sejarah, budaya, dan bahasa bersama. Kepemimpinan dan keterampilan diplomatik Duta Besar Serrano yang telah terbukti akan berperan penting dalam memajukan kerja sama dan membuka peluang baru untuk kolaborasi,” kata Presiden Ramos-Horta, dalam pidatonya.
Hubungan bilateral antara Timor-Leste dan Portugal merupakan kemitraan yang mendalam yang berakar pada sejarah, bahasa, dan budaya bersama. Hubungan ini diperkuat oleh 77 perjanjian bilateral dan program kerja sama strategis yang telah aktif sejak 2011.
Dukungan Portugal yang tak tergantikan di sektor-sektor penting seperti pendidikan, peradilan, dan pertahanan, dipadukan dengan dialog politik tingkat tinggi dan konsisten, menjadikan Timor-Leste mitra internasional yang lebih vital dan berkelanjutan.
Penunjukan Duta Besar Manuel Antonio Araujo Serrano menegaskan kembali komitmen Timor-Leste untuk memperkuat hubungan ini di tingkat bilateral dan di Komunitas Negara-Negara Berbahasa Portugis (CPLP).
Duta Besar Manuel Antonio Araujo Serrano adalah seorang diplomat terkemuka dengan karier yang mencakup berbagai posisi penting di yayasan dan juga di pemerintahan, setelah menjabat sebagai Ketua Yayasan Xanana Gusmão dari tahun 2002 hingga 2006, Kepala Kabinet untuk Menteri Senior, dan Menteri Luar Negeri, Kerja Sama, dan Urusan Luar Negeri.
Dari tahun 2006 hingga 2008, menjabat sebagai Direktur Komisi Persahabatan dan Kebenaran (CAVR) antara Timor-Leste dan Indonesia, dan Konsul Jenderal RDTL di Denpasar, Bali (2006-2008).
Jabatan diplomatik tertinggi beliau adalah Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Demokratik Timor-Leste untuk Republik Indonesia dari tahun 2009 hingga 2016.
Baru-baru ini, Duta Besar Manuel Serrano menjabat sebagai Direktur Jenderal SNI di Kantor Perdana Menteri (2017-2021), dan menjabat sebagai Penasihat Wakil Perdana Menteri dan Menteri Koordinator Urusan Sosial dan Ekonomi dari tahun 2023 hingga 2025.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Julia Chatarina




