Jepang salurkan hibah $3 juta, perkuat armada alat berat IGEADI

DILI, 11 Desember 2025 (TATOLI) – Pemerintah Jepang melalui Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA) menyalurkan hibah senilai USD$3 juta kepada Pemerintah Timor-Leste untuk memperkuat armada alat berat Institut Manajemen Peralatan dan Dukungan untuk Pengembangan Infrastruktur (IGEADI).
Hibah tersebut diberikan melalui Program Pembangunan Ekonomi dan Sosial dan diresmikan melalui penandatanganan perjanjian hibah antara Menteri Keuangan, Santina Cardoso, dan Perwakilan JICA di Timor-Leste, Daisuke Fukumori, dalam sebuah acara resmi yang berlangsung di Ruang Audit Kay Rala Xanana Gusmão, di Aitarak-Laran, Dili.
Menteri Santina Cardoso menyampaikan bahwa dukungan dari Pemerintah Jepang sangat penting bagi Timor-Leste, terutama untuk memperkuat kapasitas IGEADI dalam menghadapi bencana dan situasi darurat.
“Dukungan yang kami terima sangat penting karena dapat mendukung kerja IGEADI dalam menanggapi situasi darurat, bencana, dan banjir melalui brigade yang ada,” ujar Menteri Santina, Kamis ini.
Di sisi lain, Ketua IGEADI, Ana Paula da Cruz, mengatakan bahwa proses pembelian alat berat akan dilakukan setelah koordinasi teknis untuk menentukan jenis mesin yang paling dibutuhkan.
“Tahun depan Pemerintah juga memiliki dana sendiri untuk membeli mesin. Jadi, kami harus mempertimbangkan dengan cermat mesin-mesin yang perlu dibeli agar dapat dikelola dengan baik sehingga suatu kotamadya dapat memiliki brigade sendiri ketika mesin tersebut sudah lengkap,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pengadaan tersebut akan meningkatkan kemampuan intervensi cepat dalam keadaan darurat serta mendukung proyek percontohan pembangunan dan peningkatan kualitas jalan.
Ana Paula juga menekankan bahwa dukungan Jepang melalui JICA bukanlah hal baru. Sejak 2002, JICA telah memberikan bantuan berkelanjutan, termasuk penyediaan 26 unit alat berat tahun lalu. Saat ini, IGEADI memiliki sekitar 200 unit alat berat yang digunakan untuk berbagai kebutuhan infrastruktur.
Sementara itu, Perwakilan JICA, Daisuke Fukumori, dalam sambutannya menegaskan bahwa hibah ini merupakan tonggak penting dalam kemitraan panjang Jepang dan Timor-Leste. Ia menyebutkan bahwa tantangan infrastruktur di Timor-Leste, terutama risiko bencana alam dan jalan yang sebagian besar belum diaspal, membutuhkan dukungan peralatan yang memadai.
“Penyediaan peralatan penting, termasuk penstabil jalan, akan memungkinkan Timor-Leste membangun dan memelihara jalan yang tahan lama, memastikan konektivitas yang andal dan respons cepat selama keadaan darurat,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa dukungan JICA selama lebih dari dua dekade telah mencakup pengembangan kapasitas, kerja sama teknis, dan peningkatan infrastruktur. Menurutnya, kebutuhan ini semakin relevan setelah Timor-Leste resmi bergabung dengan ASEAN.
“Setelah Timor-Leste bergabung dengan ASEAN, infrastruktur yang kuat akan menjadi kunci untuk membuka peluang ekonomi dan memperkuat integrasi regional. Kami yakin bahwa inisiatif ini akan berkontribusi pada pertumbuhan inklusif dan meningkatkan peran Timor-Leste di kawasan,” paparnya.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

