DILI, 03 Desember 2025 (TATOLI)— Sekretariat Negara Pelatihan Profisional dan Ketenagakerjaan (SEFOPE) melalui Direktorat Nasional Tenaga Kerja Luar Negeri (DNEE) resmi mengumumkan hasil tes bahasa Inggris bagi 2.186 kandidat yang mengikuti proses perekrutan Program Recognized Seasonal Employer (RSE) Selandia Baru, yang berlangsung dari 22 Oktober hingga 5 November 2025 di Becora, Dili.
Program RSE merupakan skema kerja sama antara Pemerintah Timor-Leste dan Selandia Baru untuk menyediakan kesempatan kerja musiman di sektor pertanian, yang setiap tahun menyerap ribuan pekerja dari negara-negara Pasifik dan Asia. Di Timor-Leste, program ini dikelola melalui sistem Work Ready Pool (WRP) yang menampung kandidat siap kerja sesuai syarat rekrutmen.
Dari total peserta seleksi, 1.061 kandidat dinyatakan lulus tes bahasa Inggris dan berhak masuk ke dalam RSE Work Ready Pool, sementara 811 kandidat dinyatakan tidak lulus (Poor) dan diwajibkan mengikuti kursus bahasa Inggris selama 6 bulan sebelum dapat kembali mengikuti tes wawancara.
“Kandidat yang lulus akan dipindahkan ke RSE Work Ready Pool. Kandidat yang belum lulus wajib mengikuti kursus bahasa Inggris selama enam bulan sebelum proses wawancara berikutnya. Kandidat yang tidak mengikuti tes akan dihapus secara otomatis dari system,” jelas Direktur DNEE, João Amaral Pereira dalam pengumuman di laman resmi DNEE – SEFOPE.
Dalam hasil yang dipublikasikan, 1.061 kandidat yang lulus terdiri dari 700 laki-laki dan 361 perempuan. Kandidat yang dinyatakan lulus otomatis akan dipindahkan ke dalam RSE Work Ready Pool, yaitu daftar kandidat siap kerja yang memenuhi syarat untuk diberangkatkan ke program pekerjaan musiman di Selandia Baru.
SEFOPE juga merinci tingkat kemampuan bahasa Inggris kandidat berdasarkan kategori penilaian. Dari total peserta yang lulus dengan Very Strong : 92 kandidat (56 laki-laki, 36 perempuan), Strong : 342 kandidat (212 laki-laki, 130 perempuan) dan Fair : 627 kandidat (432 laki-laki, 195 perempuan).
Penilaian ini menjadi dasar seleksi kesiapan kandidat sebelum masuk ke tahap pelatihan lanjutan dan persiapan keberangkatan.
Sementara itu, 811 kandidat yang memperoleh hasil Poor diwajibkan mengikuti kursus bahasa Inggris selama enam bulan. Setelah menyelesaikan masa pelatihan, kandidat akan kembali menjalani proses wawancara untuk menentukan kelulusan mereka dalam program RSE.
Dari 811 peserta yang belum lulus tersebut, 627 adalah laki-laki dan 184 perempuan. SEFOPE menegaskan bahwa instruksi ini wajib diikuti oleh seluruh peserta yang ingin tetap melanjutkan proses seleksi RSE.
SEFOPE juga membuka ruang bagi peserta yang merasa tidak puas dengan hasil tes. Mereka dapat mengajukan keberatan melalui email enquiries.tsu.tl@gmail.com dalam waktu satu minggu setelah pengumuman.
Keberatan diterima hanya dalam kurun waktu satu minggu sejak tanggal pengumuman. Setelah melewati batas waktu tersebut, DNEE tidak lagi menerima pengajuan banding.
Daftar lengkap nama kandidat yang lulus dan tidak lulus akan dipublikasikan melalui halaman resmi Facebook SEFOPE. Masyarakat dihimbau untuk mengikuti informasi resmi agar tidak terpengaruh oleh data yang beredar di luar sumber terpercaya.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




