iklan

HEADLINE, SOSIAL INKLUSIF

Paduan Suara UCT wakili Timor-Leste di Simposium Paduan Suara Katolik Asia-Pasifik di Hong Kong  

Paduan Suara UCT wakili Timor-Leste di Simposium Paduan Suara Katolik Asia-Pasifik di Hong Kong   

Foto bersama disela-sela konser pra-keberangkatan bertajuk Road to Hong Kong di Aula Nobel da Paz, Kampus UCT Balide. Turut hadir Kardinal Virgílio do Carmo da Silva, SDB, yang juga menjabat sebagai Magno Chanceler UCT atau Dewan Terhormat. Foto Tatoli/Cidalia Fatima

DILI, 15 Juni 2026 (TATOLI)– Universidade Católica Timorense (UCT) São João Paulo II akan mewakili Timor-Leste dalam Asia Pacific Catholic University Choral Symposium yang akan berlangsung di Hong Kong, Tiongkok, dengan membawa 34 anggota paduan suara untuk memperkenalkan kemampuan musikal sekaligus mengharumkan nama bangsa di tingkat internasional.

Rektor UCT, Frei Joel Casimiro Pinto, OFM, kepada TATOLI di Kampus UCT, Balide, Senin, mengatakan delegasi UCT akan berangkat menuju Hong Kong pada 15 dan 16 Juni 2026, dan tiba kembali di Timor-Leste pada 22 Juni 2026.

“Kami akan mengikuti Simposium Paduan Suara di Hong Kong. Tim akan berangkat pada 15 dan 16 Juni, kemudian kembali dari Hong Kong pada 21 Juni dan tiba di Timor-Leste pada 22 Juni,” kata Frei Joel.

Ia menjelaskan, delegasi UCT terdiri dari 34 orang, termasuk dirigen, pianis, dan para penyanyi yang terbagi dalam empat kelompok suara, yakni sopran, alto, tenor, dan bas. Dari jumlah tersebut, 22 orang merupakan perempuan dan 12 lainnya laki-laki.

Dalam simposium tersebut, Paduan Suara UCT akan membawakan enam repertoar lagu yang telah dipersiapkan secara intensif selama beberapa bulan terakhir.

Menurut Frei Joel, partisipasi UCT mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Pemuda, Olahraga, Seni dan Kebudayaan (MJDAC), Presiden Republik, serta para orang tua mahasiswa yang terlibat dalam kelompok paduan suara.

“Untuk pembiayaan, kami mendapat dukungan dari MJDAC, Presidensial Republik, dan juga para orang tua mahasiswa,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa simposium tersebut akan diikuti oleh lima universitas dari kawasan Asia-Pasifik, dengan peserta berasal dari Taiwan, Hong Kong, Timor-Leste dan Filipina.

Sebagai bagian dari persiapan keberangkatan, UCT sebelumnya menggelar konser pra-keberangkatan bertajuk Road to Hong Kong di Aula Nobel da Paz, Kampus UCT Balide, pada 11 Juni lalu.

Konser tersebut menampilkan seluruh repertoar yang akan dibawakan di Hong Kong dan menjadi kesempatan bagi komunitas akademik, Gereja, serta masyarakat umum untuk menyaksikan secara langsung kemampuan para mahasiswa yang akan mewakili Timor-Leste.

Acara itu turut dihadiri oleh Kardinal Virgílio do Carmo da Silva, SDB, yang juga menjabat sebagai Magno Chanceler UCT atau Dewan Terhormat

Dalam sambutannya, Kardinal Virgílio menyampaikan apresiasi atas dedikasi para mahasiswa yang mampu membagi waktu antara studi dan latihan paduan suara demi mempersiapkan diri mengikuti ajang internasional tersebut.

“Saya sangat mengagumi keberanian dan pengorbanan kalian. Kalian harus belajar, tetapi tetap menyediakan waktu untuk berlatih. Selama dua bulan terakhir kalian telah berlatih hingga sampai pada tahap ini. Bukan hanya mengagumi, tetapi saya juga mengucapkan selamat kepada kalian,” ujar Kardinal Virgílio.

Ia menegaskan bahwa para mahasiswa tidak hanya membawa nama UCT, tetapi juga nama Timor-Leste ke panggung internasional.

“Kalian akan membawa nama Timor agar semakin dikenal di sana. Saya percaya kalian membawa nama institusi dan juga nama bangsa dalam kegiatan besar ini. Saya mendoakan agar kalian sukses dalam kegiatan di Hong Kong,” katanya.

Asia Pacific Catholic University Choral Symposium merupakan pertemuan internasional paduan suara universitas-universitas Katolik di kawasan Asia-Pasifik yang bertujuan mempererat persahabatan, pertukaran budaya, serta meningkatkan kualitas seni musik gerejawi di kalangan mahasiswa.

Partisipasi UCT dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkenalkan kekayaan budaya dan talenta generasi muda Timor-Leste kepada masyarakat internasional sekaligus memperkuat posisi negara ini dalam jaringan pendidikan tinggi Katolik di kawasan Asia-Pasifik.

Asia Pacific Catholic Universities (APCU) Choral Symposium 2026 akan mempertemukan lebih dari 150 mahasiswa penyanyi dari berbagai universitas Katolik di kawasan Asia-Pasifik di Hong Kong pada 17–21 Juni 2026.

Mengusung tema “Harmony in Diversity”, simposium ini bertujuan meningkatkan kualitas musik paduan suara, memperkuat dialog antarbudaya, serta memperdalam pembinaan iman kaum muda di lingkungan pendidikan tinggi Katolik.

Kegiatan tersebut akan diisi dengan konser liturgi, lokakarya, kelas master, kuliah umum, latihan bersama, dan pertunjukan kolaboratif yang melibatkan peserta dari berbagai negara.

Simposium ini juga menghadirkan sejumlah tokoh penting, termasuk Kepala Misi Studi Tahta Suci di Hong Kong, Monsinyur Jose Luis Mariblanca, dan Direktur Musik Katedral St. John Hong Kong, Felix Yeung, yang akan membahas tema keberagaman budaya dan spiritualitas musik sakral.

Selain itu, komposer dan dirigen ternama asal Jepang, Ko Matsushita, akan bertindak sebagai tamu kehormatan sekaligus pemimpin artistik yang mempersiapkan penampilan gabungan seluruh peserta.

Acara akan ditutup dengan konser publik pada 20 Juni yang diperkirakan dihadiri lebih dari 1.000 penonton. Beberapa universitas yang berpartisipasi antara lain Fu Jen Catholic University dari Taiwan, De La Salle University Chorale dari Filipina, Universidade Católica Timorense (UCT) dari Timor-Leste, serta St. Francis University Choir dari Hong Kong sebagai tuan rumah.

Melalui kegiatan ini, para penyelenggara berharap dapat mempererat persahabatan, pertukaran budaya, dan kerja sama antaruniversitas Katolik di kawasan Asia-Pasifik melalui musik paduan suara sebagai sarana dialog, persatuan, dan penguatan iman.

Reporter  : Cidalia Fátima

Editor   : Armandina Moniz

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!