DILI, 28 November 2025 (TATOLI)–Presiden Republik José Ramos-Horta, menyatakan keprihatinan yang mendalam atas peristiwa terkini di Republik Guinea-Bissau, dan menegaskan komitmen teguhnya terhadap prinsip-prinsip perdamaian, supremasi hukum, dan tatanan konstitusional.
Melalui siaran pers dari Istana Kepresidenan yang diakses Tatoli, menyebutkan bahwa Timor-Leste dan Guinea-Bissau memiliki ikatan sejarah dan persahabatan yang telah lama terjalin, diperkuat oleh keanggotaan bersama dalam Komunitas Negara-Negara Berbahasa Portugis (CPLP) dan g7+.
Sebagai negara yang juga telah menempuh jalan menuju perdamaian, stabilitas, dan konsolidasi demokrasi, Timor-Leste sangat meyakini pentingnya menyelesaikan ketegangan politik melalui proses konstitusional dan dialog damai.
Guinea-Bissau saat ini memegang jabatan Presiden bergilir CPLP, sebuah peran yang menyiratkan tanggung jawab untuk mempromosikan nilai-nilai fundamental organisasi, kerja sama, solidaritas, dan dialog konstruktif di antara negara-negara berbahasa Portugis.
Presiden Ramos-Horta menyatakan keyakinannya bahwa lembaga dan pemimpin negara akan bertindak untuk memperkuat stabilitas dan persatuan dalam komunitas CPLP.
“Saat ini, saya mengimbau semua pemimpin dan lembaga Guinea-Bissau untuk mengutamakan kepentingan nasional, menolak segala bentuk kekerasan, dan mempertahankan tatanan konstitusional yang melindungi kehendak rakyat. Proses pemilu harus dilindungi bersama demi perdamaian dan stabilitas,” tegas Kepala Negara.
Timor-Leste berdiri teguh bersama negara-negara CPLP dan semua mitra yang berkomitmen untuk perdamaian dan stabilitas di Guinea-Bissau.
“Kami siap mendukung, bersama dengan CPLP dan komunitas internasional yang lebih luas, setiap upaya diplomatik yang bertujuan untuk memulihkan ketenangan, melindungi tatanan konstitusional, dan memastikan kesejahteraan rakyat Guinea,” pungkasnya.
Melalui Antaranews.com, pada Rabu (26/11), Kudeta mulai terjadi setelah angkatan bersenjata Guinea-Bissau mengumumkan melalui televisi nasional bahwa mereka telah mengambil alih kendali penuh atas kekuasaan negara sebagai respons terhadap apa yang mereka sebut sebagai upaya sejumlah tokoh politik untuk menggoyahkan stabilitas negara. Pada Kamis (27/11), perwira militer senior Horta Inta-A dilantik sebagai Presiden Transisional Guinea-Bissau untuk masa jabatan satu tahun.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz




