DILI, 28 November 2025 (TATOLI)– Istana Kepresidenan Republik, Kamis (27/11) sore menyelenggarakan acara peluncuran resmi lagu ‘Tebe Hamutuk’ dan ‘Ó Ha’u Fuan’, yang dibawakan oleh penyanyi Indonesia Krisdayanti, bekerja sama dengan putrinya Amora Lemos dan musisi muda Timor-Leste, Dionísio Ataíde dan Zeferino Martins.
Peluncuran lagu tersebut dilakukan bertepatan dengan perayaan 50 tahun Proklamasi Kemerdekaan Timor-Leste. Dimana dalam acara peluncuran itu dihadiri para tokoh penting Negara Timor-Leste, anggota Pemerintah, dan korps diplomatik.
Video musik untuk kedua lagu tersebut direkam di tiga lokasi ikonik: Rabilau, kawasan wisata di Maubisse, Istana Kepresidenan dan Istana Palacio Nobre Lahane, keduanya di Dili. Pemilihan lokasi-lokasi ini bertujuan untuk menonjolkan lanskap alam dan warisan arsitektur negara ini.
Berbicara di acara tersebut, Produser Eksekutif lagu tersebut, Raul Lemos, dari Raya Music, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan gestur dari keluarganya untuk memperingati 50 tahun Proklamasi Kemerdekaan dan merayakan keberhasilan Timor-Leste menjadi anggota penuh ke-11 Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).
Raul Lemos menjelaskan bahwa alasan utama memproduksi lagi ini berasal dari dirinya sendiri, istrinya Krisdayanti, dan anak-anak mereka, Amora dan Kellen Lemos.
“Sebagai warga Timor dan keturunan Timor, kami ingin berkontribusi dalam mempromosikan bahasa Tetum, budaya, dan pariwisata kami. Kami berharap kedua lagu ini dapat memperkuat identitas nasional kami,” tegasnya, seraya menambahkan bahwa kedua lagu tersebut sudah tersedia di semua platform digital.
Sementara itu, Presiden Republik, José Ramos-Horta, menyampaikan apresiasinya atas kontribusi keluarga Raul Lemos dalam mempromosikan bakat Timor dan pariwisata nasional, seraya menekankan pentingnya inisiatif budaya bersama untuk memperkuat hubungan bilateral.
“Saya dengan tulus berterima kasih kepada Krisdayanti, yang selama bertahun-tahun telah mendedikasikan upayanya untuk mempromosikan hubungan persahabatan antara Timor-Leste dan Indonesia melalui budaya. Beliau telah berkontribusi dalam menghargai bakat para seniman Timor dan pariwisata negara ini,” ujarnya.
Kepala Negara juga menekankan bahwa inisiatif semacam ini memperkuat hubungan antarbangsa dan memproyeksikan identitas Timor di kancah internasional.
Dilain pihak, Wakil Perdana Menteri, Mariano Assanami Sabino, menganggap musik tersebut “sangat relevan”, dengan menggarisbawahi keselarasan antara inisiatif budaya tersebut dan prinsip-prinsip yang dijunjung tinggi oleh Presiden Republik yaitu “rekonsiliasi, perdamaian, dan persatuan nasional”.
Selanjutnya, Nelyo Isaac Sarmento selaku Menteri Pemuda, Olahraga, Seni, dan Kebudayaan, Timor-Leste, memuji langkah keluarga Lemos, dengan menekankan bahwa inisiatif semacam ini menunjukkan sesuatu yang positif kepada dunia tentang Timor-Leste melalui musik dan seni.
Dikatakan, peluncuran ini merupakan kesempatan untuk menginspirasi para seniman muda Timor-Leste untuk membawa nama negara ke dunia melalui kreativitas dan bakat.
Reporter : Afonso do Rosário (Penerjemah : Mirandolina Barros Soares)
Editor : Armandina Moniz




