DILI, 24 November 2025 (TATOLI)–Presiden Republik, José Ramos-Horta menyampaikan lima poin penting terkait kunjungannya ke Italia dan Vatikan yang telah dilakukan pada 18 hingga 23 November 2025.
Presiden Ramos-Horta di Istana Kepresidenan Dili, Senin ini setelah tiba kembali di tanah air dari kunjungannya di dua negara tersebut mengungkapkan posisi Timor-Leste yang semakin kuat di panggung dunia internasional.
Presiden Ramos-Horta mengatakan kunjungannya menggarisbawahi posisi Timor-Leste di panggung dunia internasional, dengan perjuangan menuju demokrasi yang stabil hingga perannya (Timor-Leste) sebagai suara global untuk perdamaian, rekonsiliasi, dan martabat kemanusiaan.
“Selama kunjungan di Vatikan, Paus Leo XIV dan saya berbicara hampir 30 menit, kami membahas situasi di Timor-Leste. Jika Anda ingin tahu lebih banyak, silakan lihat juga di Berita Vatikan,” kata Presiden Ramos-Horta.
Sementara itu, lima poin penting terkait kunjungan Presiden Ramos-Horta ke Italia dan Vatikan yaitu :
- Pertama, Pertemuan Tingkat Tinggi di Vatikan. Presiden Republik diterima dalam Audiensi Resmi oleh Paus Leo XIV. Presiden Ramos-Horta menyampaikan keyakinan teguh dan salam hangat dari rakyat Timor-Leste, menegaskan kembali ikatan spiritual yang mendalam dan abadi antara bangsa dan Takhta Suci. Presiden Republik juga mengadakan pertemuan dengan Uskup Agung Paul Richard Gallagher, Sekretaris Takhta Suci untuk Hubungan dengan Negara dan Organisasi Internasional.
- Kedua, Penghargaan Akademis Bergengsi di Italia. Dedikasi seumur hidup Presiden Republik untuk perdamaian dan demokrasi diakui dengan dua penghargaan penting. Presiden Republik menerima penghargaan Doktor Honoris Causa dalam Ilmu Politik dari Universitas Messina, sebuah institusi bersejarah di Italia yang didirikan pada tahun 1548, dan menerima gelar Profesor dari University Link Campus di Roma dengan judul “Resolusi Konflik dan Jalan Menuju Perdamaian.” Peran ini secara resmi mengakui kebijaksanaan Presiden Republik selama puluhan tahun dan menyediakan platform untuk menginspirasi generasi mendatang. Dimana, dalam pidato penerimaannya, Presiden Ramos-Horta menguraikan perjalanan luar biasa Timor-Leste dari konflik menuju demokrasi yang dinamis, menyoroti pengelolaan ekonomi yang bijaksana dan rekonsiliasi bersejarahnya dengan Indonesia sebagai model global untuk perdamaian. Presiden Republik juga mendesak reformasi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa agar lebih adil dan efektif.
- Ketiga, Isyarat Solidaritas Nasional. Dalam sebuah tindakan yang menyentuh hati bangsa, Presiden Ramos-Horta secara pribadi mengundang Ibu Sofia Hornai dos Santos, seorang ibu pekerja keras dan pedagang kaki lima, untuk bergabung dengan delegasinya sebagai tamu istimewa dalam Audiensi Kepausan. Tindakan ini menarik perhatian internasional terhadap martabat, pengorbanan, dan keteguhan kekeluargaan Timor-Leste. Kehadiran Ibu Sofia dipuji secara pribadi Bapak Paus Leo XIV, yang menyoroti komitmen Presiden Republik untuk menghormati warga negara biasa.
- Keempat, Memperkuat Kemitraan Strategis. Presiden Republik mengadakan pertemuan strategis dengan Profesor Andrea Riccardi, pendiri Komunitas Sant’Egidio, pada tanggal 20 November di Roma. Mereka membahas nilai-nilai bersama dan menjajaki peluang kolaborasi dalam memediasi dan mengadvokasi masyarakat paling rentan di dunia. Presiden Republik juga menganugerahkan penghargaan ‘Colar Ordem de Timor-Leste” kepada Andréas Josef Kreis, MD, seorang dokter mata terkemuka Swiss, sebagai pengakuan atas pengabdiannya yang luar biasa dan berdedikasi selama satu dekade bagi sektor kesehatan Timor-Leste. Penghargaan bergengsi ini diberikan kepada Dr. Andréas Josef Kreis, sesuai dengan Keputusan Kepresidenan No. 118/2025. Penghargaan diserahkan di Piazza della Repubblica di Roma, Italia.
- Kelima, Penghormatan Kepada Pendahulu. Sebelum mengakhiri kunjungan ke Italia pada 22 November, Presiden Republik dan delegasi memberikan penghormatan terakhir di makam Paus Fransiskus di Basilika Santa Maria Maggiore.
“Kunjungan ini bukan sekadar untuk menjalin hubungan diplomasi, tetapi juga perayaan jiwa negara kita. Dimana, kita berdiri di aula-aula Vatikan sebagai umat yang beriman dan tangguh dan di universitas-universitas kuno,” paparnya.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz




