DILI, 27 Agustus 2025 (TATOLI)– Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Dili kembali menunjukkan kekuatan diplomasi budaya dan ekonomi melalui perhelatan Indonesian Day 2025, yang diselenggarakan pada Sabtu, 27 September 2025 di halaman Timor Plaza, Dili.
Mengusung tema “Strengthening Cultural and Economic Ties with Timor-Leste for ASEAN Integration, Peace, and Harmony”, acara ini menjadi simbol eratnya hubungan kedua negara dalam semangat perdamaian, harmoni, dan integrasi regional.
Acara dibuka secara resmi oleh Duta Besar RI untuk Timor-Leste, Okto Dorinus Manik, bersama dengan Presiden Republik Demokratik Timor-Leste, José Ramos-Horta, dan dihadiri oleh para menteri, perwakilan diplomatik, pengusaha, serta masyarakat dari berbagai kalangan.
Dalam sambutannya, Dubes Okto menekankan bahwa hubungan Indonesia dan Timor-Leste bukan hanya didasarkan pada kedekatan geografis, tetapi juga pada ikatan emosional dan sejarah yang kuat.
“Banyak warga Timor-Leste yang belajar, bekerja, dan memiliki keluarga di Indonesia. Begitu pula sebaliknya. Kita bukan hanya bertetangga, kita adalah keluarga,” ungkap Dubes RI di Timor Plaza, Sabtu ini.
Ia juga menggarisbawahi peran penting perusahaan Indonesia di Timor-Leste dalam memperkuat ekonomi lokal.
“BUMN seperti Pertamina, Mandiri, BRI, TELKOMCEL, serta sektor swasta Indonesia lainnya bukan sekadar pelaku bisnis, tetapi mitra sejati pembangunan di Timor-Leste,” lanjutnya.
Sementara itu, Presiden Republik, José Ramos-Horta, yang hadir langsung di acara tersebut, mengapresiasi inisiatif Indonesia dalam membangun hubungan yang tulus dengan Timor-Leste.
“Selama lebih dari tiga tahun saya menjabat, saya menyaksikan hubungan yang semakin erat antara kedua negara, baik dalam bidang perdagangan, pendidikan, budaya, maupun pariwisata. Hubungan kita kuat, tidak hanya antar pemerintah, tapi juga antar masyarakat,” ujar Ramos-Horta.
Ia bahkan menyebut bahwa warga Timor-Leste adalah salah satu kelompok wisatawan asing terbesar ke Indonesia, menunjukkan kedekatan yang tidak bisa dipisahkan.
Rangkaian acara Indonesian Day 2025 menghadirkan pertunjukan seni dan budaya dari Indonesia dan Timor-Leste, mulai dari tarian tradisional, konser musik kolaboratif, hingga bazaar kuliner dan produk kreatif.
Night market yang digelar turut menampilkan booth dari BUMN Indonesia dan pelaku usaha diaspora, mencerminkan kekuatan diplomasi ekonomi Indonesia di kawasan ini.
Salah satu momen inspiratif malam itu adalah kehadiran pengusaha muda Mariano Ameta Dacosta Alves, pemilik Café Atsabe, yang berbagi kisah suksesnya kepada generasi muda Timor-Leste sebagai bentuk dorongan untuk berani memulai usaha dan berkontribusi bagi bangsa.
Acara ini juga disemarakkan oleh penampilan artis dari kedua negara, seperti Jacson Zeran dan Fresly Nikijuluw dari Indonesia serta Jessie Lopez dari Timor-Leste, yang menjadi simbol nyata persahabatan lintas budaya.
Indonesian Day 2025 tidak hanya menjadi ajang perayaan kebudayaan, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam mendukung proses integrasi Timor-Leste sebagai anggota penuh ASEAN pada Oktober 2025.
Ribuan pengunjung memadati Timor Plaza, termasuk warga lokal dan komunitas internasional yang menetap di Dili.
Melalui acara ini, Indonesia menegaskan komitmennya dalam membangun hubungan yang lebih dalam dan bermakna dengan Timor-Leste — dari budaya hingga bisnis, dari masyarakat ke masyarakat, dan dari sahabat menjadi mitra sejati dalam kawasan yang damai dan harmonis.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




