iklan

HEADLINE, SOSIAL INKLUSIF

Dedikasi dalam diplomasi, Ramos-Horta beri penghargaan bagi dua Mantan Menlu Indonesia

Dedikasi dalam diplomasi, Ramos-Horta beri penghargaan bagi dua Mantan Menlu Indonesia

Dua mantan Menteri Luar Negeri Indonesia, Hassan Wirajuda dan Marty Natalegawa, foto bersama Presiden Republik Timor-Leste, José Ramos-Horta, usai menerima penghargaan tertinggi “Colar Ordem de Timor-Leste” atau “Collar of the Order of Timor-Leste”. Foto TATOLI/Egas Cristóvão

DILI, 19 Mei 2026 (TATOLI) — Presiden Republik Timor-Leste, José Ramos-Horta, memberikan penghargaan tertinggi “Colar Ordem de Timor-Leste” atau “Collar of the Order of Timor-Leste” kepada dua mantan Menteri Luar Negeri Indonesia, Hassan Wirajuda dan Marty Natalegawa, atas kontribusi mereka dalam memperkuat hubungan diplomatik antara Timor-Leste dan Indonesia serta dukungan terhadap integrasi Timor-Leste ke ASEAN.

Penganugerahan tersebut dilakukan dalam rangkaian “2026 Presidential Lecture Series II” bertema “Timor-Leste in ASEAN: Completing the Regional Circle and Navigating the Global Turbulence” yang berlangsung di Istana Presiden Nicolau Lobato, Dili, pada Selasa, 19 Mei 2026.

Usai acara penganugerahan, kedua mantan diplomat senior Indonesia itu bertemu dengan Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, didampingi Duta Besar Timor-Leste untuk Indonesia, Roberto Sarmento de Oliveira Soares, serta Kepala Perwakilan/Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Republik Indonesia di Dili, Nugroho Yuwono Aribhimo.

Dalam wawancara usai pertemuan, Marty Natalegawa menyampaikan rasa syukur atas sambutan yang diberikan Pemerintah Timor-Leste kepada dirinya dan Hassan Wirajuda.

“Kami berdua bersama Bapak Dr. Hasan Wirajuda sungguh merasa bersyukur karena telah memperoleh kesempatan bertemu dengan Bapak Presiden dan Bapak Perdana Menteri, sekaligus menyampaikan ucapan terima kasih atas penyambutan yang sangat baik dan bersahabat sejak kedatangan kami di Timor-Leste,” ujar Marty Natalegawa.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan oleh Timor-Leste kepada mereka berdua.

“Penghargaan ini pada intinya diberikan atas sumbangsih kami dalam meningkatkan hubungan Indonesia dengan Timor-Leste. Namun sesungguhnya penghargaan ini adalah penghargaan bagi Indonesia sebagai sebuah negara, bukan untuk pribadi kami berdua,” katanya.

Dalam siaran pers Kepresidenan Timor-Leste disebutkan bahwa penghargaan kepada Hassan Wirajuda diberikan berdasarkan Dekret Presiden Republik Nomor 50/2026 sebagai pengakuan atas perannya dalam membangun diplomasi rekonsiliasi antara Timor-Leste dan Indonesia, termasuk keterlibatannya dalam pembentukan Komisi Kebenaran dan Persahabatan pada 2005.

Sementara itu, penghargaan kepada Marty Natalegawa diberikan atas dukungan strategisnya terhadap integrasi Timor-Leste ke ASEAN serta gagasannya mengenai “keseimbangan dinamis” di kawasan Indo-Pasifik yang dinilai relevan bagi negara-negara kecil di tengah dunia multipolar.

Dalam pidato pembukaannya, Presiden Ramos-Horta menegaskan bahwa keanggotaan penuh Timor-Leste di ASEAN merupakan pilihan strategis untuk memperkuat stabilitas dan kemakmuran negara di tengah dinamika geopolitik global.

“Hari ini kami menganugerahkan Order of Timor-Leste kepada dua sahabat besar yaitu, Dr. Hassan Wirajuda yang menjadikan rekonsiliasi sebagai seni perdamaian, dan Dr. Marty Natalegawa yang visi strategisnya membimbing perjalanan ASEAN kami. Mereka memilih dialog dibanding perpecahan dan membangun jembatan persahabatan antarbangsa,” kata Ramos-Horta.

Dalam forum kuliah kepresidenan tersebut, Hassan Wirajuda membawakan materi bertajuk “From Reconciliation to Integration: Towards Community Building in ASEAN/East Asia”, sementara Marty Natalegawa mempresentasikan topik “Navigating the Reefs in a Multi-Polar World” yang menyoroti strategi menjaga otonomi negara kecil di tengah persaingan Amerika Serikat dan Tiongkok.

Acara tersebut dimoderatori Sekretaris Jenderal Sekretariat g7+, Dr. Helder da Costa, dan diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif bersama para peserta.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor   : Armandina Moniz

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!