iklan

KESEHATAN, HEADLINE

Kasus Rabies : Kementerian Kesehatan catat 17 orang meninggal dunia

Kasus Rabies : Kementerian Kesehatan catat 17 orang meninggal dunia

Seorang petugas dari Direktorat Veteriner Nasional sedang melakukan vaksinasi terhadap anjing. Foto TATOLI/António Daciparu

DILI, 23 September 2025 (TATOLI) —Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 17 orang dari tujuh kotamadya telah meninggal dunia akibat terinfeksi virus rabies.  Data tersebut  dicatat oleh kementerian mulai September 2024 hingga September 2025.

“Sejak wabah rabies yang terjadi pada 12 September 2024 hingga saat ini, kami telah mencatat 17 pasien yang meninggal dunia akibat rabies,” ujar Direktur Jenderal Teknis Ilmiah INSPTL (Institut Kesehatan Masyarakat Nasional Timor-Leste), Nevio Sarmento, kepada wartawan di Pusat Konvensi Dili, Dili, Selasa ini.

Disebutkan bahwa, 17 pasien yang meninggal dunia akibat rabies dari tujuh kotamadya tersebut terdiri dari tiga (3) dari Bobonaro, empat (4) Ermera, empat (4) Covalima, satu (1) Liquisa, satu (1) Manufahi, satu (1) Manatuto, dan tiga (3) dari Daerah Administratif Khusus Oécusse Ambeno.

Berita terkait : Kasus Rabies : Lagi, empat orang meninggal dunia

Ia mengatakan, kasus gigitan anjing dari tahun 2024 hingga 2025 berjumlah 3.599 (hampir 3.600), sehingga jumlah kasus gigitan anjing meningkat, dan  masyarakat juga melaporkan kasus gigitan anjing ketika mereka mengalami masalah tersebut.

“Pada bulan Juni lalu, kami menemukan 1.900 kasus gigitan anjing, tetapi sekarang jumlahnya menjadi 3.599, yang berarti masyarakat sudah mulai melaporkan bahwa masyarakat memiliki pengetahuan tentang gigitan anjing dan  harus dilaporkan ke tim kesehatan,” ujarnya.

Ia mengatakan, penyebaran wabah dimulai dari Oécusse, Covalima, Ermera, Bobonaro, Liquisa, Manatuto, dan Manufahi.

Sementara, Direktur Nasional Veteriner Kementerian Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Kehutanan, Jonita Bendita da Costa, menjelaskan bahwa kementerian terus melaksanakan program vaksinasi, meskipun menghadapi banyak tantangan. Namun, tim tetap memvaksinasi anjing-anjing di kota-kota yang teridentifikasi.

“Tim teknis vaksinator kami di kotamadya terus melakukan vaksinasi hingga 22 September. Di Bobonaro, Covalima, Dili, Liquisa, Ermera, Aileu, Ainaro, dan Manufahi, kami telah memvaksinasi total 1.094 anjing, hanya untuk anjing. Kemudian, kami juga memvaksinasi 26 kucing dan 33 anjing lagi. Total vaksinasi kami mencapai 10.393, dan tim vaksinasi kami terus melakukan vaksinasi,” jelas Jonita Bendita.

Oleh karena itu, kolaborasi dan kerja sama dengan semua pihak yang memelihara hewan, baik anjing, kucing, maupun monyet di rumah, harus divaksinasi 100%. Jika kurang dari 100%, kemungkinan rabies akan terus berlanjut, karena virus ini pintar dan selalu mencari ruang,” katanya.

TATOLI

 

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!