iklan

KESEHATAN, HEADLINE

Kasus Rabies : Lagi, empat orang meninggal dunia

Kasus Rabies : Lagi, empat orang meninggal dunia

Foto google

DILI, 29 Juli 2025 (TATOLI) —  Rumah Sakit Nasional Guido Valadares (HNGV) melalui Layanan Dukungan Diagnostik dan Terapi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat lagi empat orang  meninggal dunia akibat terinfeksi rabies, setelah di rawat di HNGV.

Demikian hal itu diungkapkan Direktur Layanan Dukungan Diagnostik dan Terapi di Rumah Sakit Nasional Guido Valadares (HNGV), Vidal de Jesus Lopes kepada wartawan di kantor HNGV, Bidau, Selasa ini.

Dijelaskan, Kemenkes melalui HNGV mencatat lagi empat orang meninggal dunia akibat terinfeksi rabies yaitu tiga korban dari Covalima,  satu (1) korban dari Liquiçá.

Disebutkan bahwa, hingga saat ini sudah ada 11 pasien yang meninggal dunia akibat terinfeksi rabies.

“Data terakhir menunjukkan bahwa 11 pasien yang datang ke HNGV karena rabies meninggal dunia. Hampir semuanya tidak berhasil diselamatkan,” ujar Vidal de Jesus Lopes.

Menurutnya, 11 pasien yang meninggal dunia tersebut berasal dari beberapa kotamadya, yakni dua (2) dari Bobonaro, satu (1) dari Liquiça, empat (4) dari Covalima, satu (1) Ermera dan tiga (3) dari RAEOA (Daerah Administratif Spesial Oecusse Ambeno).

11 pasien yang meninggal dunia tersebut berasal dari beberapa kotamadya, yakni tiga (3) orang dari Oe-cusse, dua dari Bobonaro, empat dari Covalima, serta masing-masing satu dari Ermera dan Liquiça.

Berita terkait : Kasus Rabies : Lagi, seorang anak berusia tujuh tahun meninggal dunia

“Rabies adalah penyakit publik. Karena itu, saat ini semua pihak sedang bekerja keras untuk mencegah dan memberantas penyebarannya agar tidak meluas ke daerah lain. Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Kehutanan (MAPPF) memperhatikan hal ini. Karena MAPPF berfokus pada hewan anjing, dan Kementerian Kesehatan berfokus pada orang yang digigit anjing, keduanya harus divaksinasi. Setiap orang perlu mendapatkan vaksinasi,” tegasnya.

Ia menambahkan, langkah-langkah pencegahan telah dilakukan, termasuk oleh INSPTL (Institut Kesehatan Masyarakat Nasional Timor-Leste) yang terus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai rabies dan cara pencegahannya. Sementara itu, HNGV juga berupaya memberikan perawatan bagi pasien yang sudah menunjukkan gejala.

Di sisi lain, Direktur Pengadaan Lembaga Nasional Produk Farmasi dan Kedokteran (INFPM), Sergio Belo, mengonfirmasi bahwa pada 25 Juli 2025, Pemerintah Indonesia telah memberikan bantuan sebanyak 2.000 vial dosis vaksin anti-rabies kepada Pemerintah Timor-Leste.

“Negara tetangga kita, Indonesia, telah membantu dengan mengirimkan 2.000 vial vaksin anti-rabies, yang kami terima pada Jumat, 25 Juli. Ini merupakan bantuan penting dalam menghadapi situasi darurat rabies saat ini,” ungkap Sergio Belo.

Perlu diketahui, tanda-tanda anjing rabies bisa meliputi perubahan perilaku seperti :

  • Peningkatan agresif
  • Air liur berlebihan
  • Kesulitan menelan
  • Kejang-kejang
  • Kelumpuhan
  • Anjing juga mungkin menjadi lebih sensitif terhadap cahaya dan suara
  • Serta menunjukkan ketakutan terhadap air

Berikut adalah langkah-langkah detail yang perlu dilakukan, jika seseorang digigit anjing yang diduga rabies yaitu :

  • Cuci Luka : Segera cuci luka gigitan dengan air mengalir dan sabun selama 10-15 menit. Tekan perlahan luka untuk membantu mengeluarkan kotoran dan air liur anjing
  • Hentikan Perdarahan : Jika luka berdarah, hentikan perdarahan dengan menekan luka menggunakan kain bersih atau perban
  • Perawatan Medis : Segera bawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut
  • Vaksinasi Anti Rabies (VAR) dan Serum Anti Rabies (SAR) : Dokter akan menentukan apakah korban memerlukan VAR dan SAR berdasarkan kondisi luka dan risiko rabies
  • Pantau Kondisi Anjing (Jika Memungkinkan) : Jika memungkinkan, amati perilaku anjing yang menggigit selama 10 hari ke depan. Jika anjing menunjukkan gejala rabies (seperti agresivitas, air liur berlebihan, dll.), segera laporkan ke petugas kesehatan dan dinas terkait
  • Hindari Pengobatan Sendiri : Jangan mencoba mengobati luka gigitan sendiri dengan obat-obatan tradisional atau herbal tanpa konsultasi dokter
  • Laporkan Kejadian : Laporkan kejadian gigitan anjing ke pihak berwenang (dinas kesehatan, dinas peternakan, dll.) untuk penanganan lebih lanjut.

Penting untuk diingat bahwa rabies adalah penyakit yang sangat serius dan dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.

Reporter : Ivonia da Silva/ Penerjemah: Cidalia Fátima

Editor  :  Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!