iklan

EKONOMI, HEADLINE

SEKoop sepakati riset budidaya lebah dengan Perusahaan Indonesia

SEKoop sepakati riset budidaya lebah dengan Perusahaan Indonesia

Foto bersama usai penandatanganan perjanjian ini dituangkan dalam bentuk Letter of Agreement (LoA). Foto Tatoli

DILI, 17 September 2025 (TATOLI)— Sekretaris Negara Koperasi (SEKoop) pada 16 september 2025 telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan perusahaan Bali Honey Madu asal Indonesia untuk melakukan penelitian di sejumlah lokasi potensial budidaya lebah madu di Timor-Leste.

Sekretaris Negara Koperasi, Arsénio Pereira, mengatakan perjanjian ini dituangkan dalam bentuk Letter of Agreement (LoA) yang akan menjadi dasar penelitian intensif guna memetakan potensi produksi madu di berbagai wilayah.

“Berdasarkan data kami di lima kotamadya, potensi budidaya madu sangat besar. Bahkan hampir seluruh wilayah Timor-Leste berpotensi karena kondisi lingkungan mendukung,” jelas Arsénio di Gedung Acait, Dili.

Ia menambahkan, tim dari Bali Honey Madu akan berada di Timor-Leste selama satu minggu untuk melakukan riset. Selain itu, koperasi yang sebelumnya sudah menjalankan budidaya madu akan diberangkatkan ke Indonesia untuk mempelajari langsung teknik produksi modern.

Berita terkait : SEKoop dan Bali Honey sepakati kerjasama produksi madu di Timor-Leste

“Selama ini madu di Timor-Leste melimpah, tetapi belum dimanfaatkan dengan baik. Dengan dukungan Bali Honey Madu, koperasi akan dibimbing mulai dari budidaya, pengemasan, hingga menghasilkan produk berkualitas ekspor,” ujarnya.

Arsénio menegaskan, penelitian ini akan dilakukan di lima kotamadya, yaitu Ermera, Liquiça, Aileu, Manatuto, dan Bobonaro. Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar USD$3.000, dengan perjanjian berlaku selama dua tahun.

Sementara itu, Pendiri Bali Honey Madu, Ismail Marzuki, menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin sejak 2018 dengan Pemerintah Timor-Leste.

“Kehadiran kami kali ini bertujuan untuk melihat langsung lokasi-lokasi potensial dan berbagi pengalaman dalam pembibitan, produksi, hingga pemasaran madu dengan visi bersama,” ungkap Ismail.

Ia menambahkan, selama lima hari ke depan pihaknya akan mengunjungi lima kotamadya untuk memetakan potensi produksi madu dan tanaman pendukung lainnya.

“Saya yakin kerja sama ini akan membawa kesuksesan dan manfaat besar bagi kedua belah pihak,” pungkasnya.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!