DILI, 04 September 2025 (TATOLI)— Presiden Republik, Jose Ramos-Horta dalam pidato peringatan Hari Kebangsaan atau Hari Merdeka Malaysia ke-68, di Pusat Konvensi Dili, menyampaikan ucapan selamat terhangat dari rakyat Timor-Leste, seraya memuji Malaysia sebagai bangsa yang makmur, adil, dan toleran.
Dalam laman resmi Kepresidenan Republik yang diakses Tatoli, menyebutkan bahwa, dalam acara itu Kepala Negara juga menyoroti tema ulang tahun tersebut, “Malaysia MADANI: Rakyat Disantuni dan Dihormati”, sebagai cerminan sejati dari nilai-nilai yang menjadi panduan masyarakat Malaysia.
Presiden Ramos-Horta juga juga menggarisbawahi pertumbuhan ekonomi dan stabilitas negara yang mengesankan, serta menyampaikan terima kasih pribadinya kepada Duta Besar Amarjit Singh Sarjit Singh atas kontribusinya dalam memperkuat hubungan bilateral, khususnya dalam menyelesaikan masalah pertanahan yang telah berlangsung lama untuk kedutaan besar Malaysia di Dili di masa depan.
Mengenang kembali kunjungan resmi beliau ke Kuala Lumpur baru-baru ini, Presiden Ramos-Horta mengapresiasi kemajuan signifikan dalam peningkatan hubungan bilateral.
Dimana, Kepala Negara juga merujuk pada pertemuan produktif dengan Perdana Menteri Dato’ Seri Anwar Ibrahim, di mana kedua pemimpin sepakat untuk melangkah menuju kerangka kerja strategis yang komprehensif. Komitmen ini dibangun di atas sejarah dukungan Malaysia yang mengakar kuat bagi Timor-Leste, mulai dari peran krusialnya selama Jajak Pendapat 1999 hingga kerja sama yang berkelanjutan di bidang pertahanan, kesehatan, dan pendidikan.
Presiden Republik juga menyoroti peresmian rute langsung Batik Air antara Kuala Lumpur dan Dili sebagai tonggak sejarah yang secara nyata memperkuat hubungan kedua negara. Dimana, Beliau juga menggarisbawahi peran sentral Malaysia dalam mendukung integrasi penuh Timor-Leste ke dalam ASEAN, dengan aksesi resmi yang dijadwalkan pada KTT Kuala Lumpur di bulan Oktober.
Selain itu, Kepala Negara juga mengidentifikasi peluang-peluang baru untuk kerja sama dalam proyek-proyek strategis, seperti Proyek Tasi Mane dan Ladang Gas Greater Sunrise, dengan potensi kemitraan bersama PETRONAS Malaysia.
Dimana, Presiden Ramos-Horta menegaskan kembali komitmen bersama untuk perdamaian dan stabilitas regional. Kepala Negara juga menutup pidatonya dengan merayakan masa lalu yang sama dan masa depan kerja sama yang menjanjikan, serta mendoakan rakyat Malaysia dengan kedamaian dan kemakmuran yang langgeng.
Perlu diketahui bahwa, peringatan yang juga dikenal dengan nama Hari Merdeka ini menjadi momentum penting bagi rakyat Malaysia untuk mengenang proklamasi kemerdekaan dari penjajahan Inggris pada 31 Agustus 1957.
Dimana, Hari Kebangsaan atau Hari Merdeka Malaysia, diperingati setiap 31 Agustus. Pada tanggal tersebut, Tunku Abdul Rahman, Perdana Menteri pertama Malaysia, memproklamasikan kemerdekaan di Stadion Merdeka, Kuala Lumpur. Dimana, sejak saat itu, tanggal 31 Agustus diperingati sebagai momen lahirnya negara Malaysia yang berdaulat.
TATOLI




