iklan

EKONOMI, HEADLINE

Perusahaan Borigra Star promosikan gula pasir organik lokal di DITE 2025

Perusahaan Borigra Star promosikan gula pasir organik lokal di DITE 2025

Gula pasir organik produksi lokal dengan merek NIRA yang diproduksi oleh Borigra Star Unipessoal, Lda. Foto Tatoli/Cidalia Fatima

DILI, 01 September 2025 (TATOLI)— Dili International Trade Expo (DITE) 2025 yang berlangsung selama lima hari memberikan kesempatan bagi perusahaan-perusahaan lokal untuk memperkenalkan produk mereka ke pasar domestik maupun internasional. Salah satu peserta, Borigra Star Unipessoal, Lda, menampilkan gula pasir organik produksi lokal dengan merek NIRA.

Wakil Direktur Borigra Star, Eno Galucho, menjelaskan bahwa perusahaan ini memproduksi gula pasir organik menggunakan bahan baku bunga kelapa hbrida yang berasal dari seluruh penjuru Timor-Leste.

“Tujuan partisipasi kami dalam pameran ini adalah untuk mempromosikan produk lokal di dalam negeri sekaligus ke pasar internasional,” ujarnya di Pusat Konvensi Dili, Senin ini.

Meski bahan baku berasal dari dalam negeri, Galucho mengakui bahwa saat ini peralatan produksi gula pasir organik mereka belum memadai. Sebagian produksi sempat dilakukan di Jakarta dan diimpor kembali ke Timor-Leste.


Wakil Direktur Borigra Star Unipessoal, Lda, Eno Galucho. Foto Tatoli/Cidalia Fatima

“Kami sedang berupaya agar peralatan produksi dapat dibuat di dalam negeri sehingga prosesnya lebih mandiri,” tambahnya.

Selama lima hari pameran, Borigra Star menerima kunjungan dari delegasi internasional, anggota pemerintah, serta duta besar yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang produk mereka.

Sebelum berpartisipasi dalam DITE 2025, perusahaan ini telah mendistribusikan produk gula pasir organik ke beberapa perusahaan lokal seperti Lisun dan Kreativu Furak, dan saat ini sedang bernegosiasi dengan beberapa toko besar di Dili untuk memperluas distribusi.

Galucho menekankan pentingnya produk organik ini untuk kesehatan masyarakat. “Timor-Leste adalah negara kecil, tetapi banyak masyarakat yang menghadapi masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi, kolesterol, dan penyakit ginjal. Konsumsi gula organik ini dapat membantu mengurangi risiko penyakit tersebut,” jelasnya.

Gula pasir organik yang diproduksi menggunakan bahan baku cairan manis dari bunga kelapa hibrida yang diolah menjadi gula. Produk dijual dengan harga mulai dari $1 per 20 sachet, atau satu kotak berisi 70 sachet seharga $56.

Ia menambahkan bahwa gula organik ini dapat membantu menjaga kesehatan jantung, ginjal, dan menurunkan kadar kolesterol karena bahan baku bunga kelapa hibrida yang digunakan.

Gula pasir tersebut telah melalui pengujian memiliki sertifikasi yang diakui oleh Departemen Pertanian Amerika Serikat, Standar Nasional Indonesia, Organik Indonesia, Halal Indonesia, dan Sucofindo Indonesia. 

Reporter : Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!