iklan

EKONOMI

Kadin NTT Dorong Pengusaha Muda Manfaatkan Peluang di Timor-Leste  

Kadin NTT Dorong Pengusaha Muda Manfaatkan Peluang di Timor-Leste   

Ketua Umum Kadin Provinsi NTT, Bobby Lianto. Foto Spesial

DILI 29 Agustus 2025 (TATOLI)– Ketua Umum Kadin Provinsi NTT, Bobby Lianto, menegaskan komitmen kuat pengusaha Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memperluas peluang bisnis di Timor-Leste.

Hal itu disampaikan dalam sesi paparan pengusaha di forum bisnis Indonesia–Timor-Leste, kamis (28/8/2025), yang juga dihadiri oleh pejabat tinggi kedua negara, termasuk Wakil Menteri Perindustrian Indonesia Faisol Riza dan Ketua Kamar Dagang dan Industri (CCI) Timor-Leste, Jorge Manuel de Araújo Serrano.

“Kami dari Kadin NTT sangat berkomitmen bersama CCI Timor-Leste, karena hubungan kami selama ini sudah terjalin dengan sangat baik. Untuk mendorong kerja sama itu, hari ini kami membawa delegasi lebih dari 120 pengusaha dari NTT, sebagian besar saat ini sedang berada di stand pameran,” kata Bobby di Pusat Konvensi Dili (CCD).

Ia menekankan tujuan membawa banyak pengusaha, khususnya generasi muda dalam Dili International Trade Expo (DITE) 2025 agar mereka dapat melihat secara langsung peluang bisnis di Timor-Leste.

Menurutnya, kedekatan budaya dan bahasa antara NTT dan Timor-Leste membuat kunjungan bisnis terasa seperti berada di kampung sendiri.

“Hanya beda negara, bendera, dan mata uang. Bahasa pun masih sama menggunakan bahasa Indonesia. Inilah yang membuat kedekatan kita serasa seperti saudara,” ujarnya.

Bobby juga menekankan potensi ekspor NTT melalui Timor-Leste. “Pasar Timor-Leste memang hanya sekitar 1,5 juta jiwa, tetapi yang lebih penting adalah potensi keluar negeri. Timor-Leste memiliki hubungan perdagangan bebas dengan negara-negara berbahasa Portugis, dengan tarif zero free trade. Ini adalah peluang besar untuk menjadikan negara-negara tersebut sebagai pasar produk kita,” jelasnya.

Sektor pariwisata juga menjadi perhatian utama. Bobby mencontohkan ide touring motor dari Kupang ke Dili yang dapat dikembangkan menjadi paket wisata lintas negara.

“Seorang wisatawan bisa menikmati perjalanan di Kupang sekaligus Dili dalam satu kunjungan. Bayangkan wisatawan dengan motor besar seperti Harley, setelah sampai di Kupang bisa langsung melanjutkan perjalanan ke Dili. Itu akan menjadi promosi yang luar biasa,” kata Bobby.

Selain itu, kerja sama konkret sudah dimulai, salah satunya distribusi beras Manabot yang menampilkan logo Kadin Indonesia. Bobby menegaskan bahwa langkah ini membuka peluang bagi kedua negara untuk membentuk kawasan industri bersama melalui Free Trade Zone.

“Mari kita make it and brand it, menciptakan produk bersama untuk menembus pasar dunia. Kita bisa belajar dari Vietnam dan Tiongkok; kedekatan tetangga tidak dilihat sebagai ancaman, tetapi peluang untuk saling maju bersama,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komite Kadin Indonesia untuk Wilayah Papua Nugini dan Timor-Leste, Handito Joewono, menekankan pentingnya pengembangan kewirausahaan dan industri pangan sebagai landasan kerja sama bilateral. Ia menyoroti perlunya sekolah ekspor dan sekolah pangan untuk membekali pengusaha muda Timor-Leste.

“Indonesia dengan 270 juta penduduk adalah pasar yang besar. Sangat sayang jika tidak dimanfaatkan oleh Timor-Leste. Oleh karena itu, kita mendorong sekolah ekspor dan sekolah pangan agar pengusaha muda siap memasuki pasar regional maupun global, termasuk Australia dan Papua Nugini,” kata Handito.

Reporter: Cidalia Fátima

Editor: Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!