iklan

HEADLINE, PENDIDIKAN

Beasiswa Penerbangan 2025 : ANATL dan FDCH tawarkan 30 kuota

Beasiswa Penerbangan 2025 : ANATL dan FDCH tawarkan 30 kuota

Foto ANATL

DILI, 08 Agustus 2025 (TATOLI) – Administrasi Bandar Udara dan Navigasi Udara Timor-Leste (ANATL, E.P.) bekerja sama dengan Dana Pengembangan Sumber Daya Manusia (FDCH) kembali membuka program beasiswa pendidikan penerbangan tahap ke-lima di tingkat Diploma III (D3) untuk tahun akademik 2025.

Program ini menawarkan 30 kuota beasiswa dan ditujukan bagi generasi muda Timor-Leste yang baru menyelesaikan pendidikan menengah atau SMA khususnya di tahun 2023 dan 2024, dengan usia maksimal 20 tahun, yang berminat menempuh studi profesional di bidang kebandarudaraan di berbagai institusi pendidikan penerbangan terkemuka di Indonesia.

Menurut pengumuman resmi ANATL, pendaftaran dibuka dari tanggal 11 hingga 15 Agustus 2025. Para pelamar dapat memilih salah satu dari tujuh program studi untuk belajar di tiga tempat berbeda di Indonesia.

Dimana, para pelajar yang lolos seleksi akan belajar di tiga institusi pendidikan penerbangan terkemuka  di Indonesia yaitu, Politeknik Penerbangan Surabaya dengan jurusan Teknik Navigasi Udara (TNU), Lalu Lintas Udara (LLU), Teknik Elektro Bandar Udara (TLB) dan Teknik Pondasi Bangunan (TBL).

Jurusan Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF) akan belajar di Politeknik Penerbangan Palembang dan untuk dua jurusan lainnya Teknik Mesin Bandar Udara (TMB) dan Operasi Bandar Udara (OBU) akan menempu studi di Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug, Jakarta.

Direktur Eksekutif FDCH, Júlio Aparício, menegaskan bahwa beasiswa ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia nasional di sektor penerbangan.

“Kami mengalokasikan anggaran untuk mendukung 20 kuota, namun ANATL mengusulkan peningkatan kuota menjadi 30 orang tahun ini, karena anggaran akan dikelola oleh ANATL sendiri,” jelas Júlio kepada TATOLI di Dili.

Menurutnya, kenaikkan kuota ini mengingat tingginya minat dan kebutuhan tenaga teknis profesional di bidang penerbangan Timor-Leste.

Ia menambahkan, proses seleksi akan dilakukan secara transparan, profesional, dan bebas dari praktik manipulatif (konkalikon).

“Kami ingin memastikan bahwa hanya anak-anak muda yang memiliki kompetensi terbaik yang dikirim untuk belajar ke luar negeri,” tegasnya.

Dijelaskan, beassiwa penerbangan dari ANATL dan FDCH sudah dibuka sejak 2019 dengan kuota enam (6) orang, 2022 dengan kuota enam (6) orang, 2023 dengan kuota sepuluh (10) orang dan 2024 dengan kuota 29 orang.

Semuanya dengan tingkat studi Diploma Tiga (D3) di berbagai bidang seperti Electrical Techniques, Airport Civil Engineering, Air Navigation, Airport Firefighting dan lainnya.

Program ini juga menjadi salah satu strategi ANATL dan FDCH dalam membangun sistem transportasi udara nasional yang profesional, efisien, dan sesuai dengan standar internasional. 

Reporter : Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!