TLAUCON2025, Peningkatan partisipasi tunjukkan kemitraan TL – Australia meningkat tajam

DILI, 06 Agustus 2025 (TATOLI)— Konferensi Ekonomi dan Bisnis Timor-Leste–Australia 2025 (TLAUCON2025) tahun ini kembali menghadirkan jumlah peserta yang meningkat drastis dari tahun sebelumnya. Dari 150 peserta pada edisi pertama yang digelar pada Juni 2024, kini lebih dari 450 peserta dari berbagai sektor yang hadir di TLAUCON2025 ke – II.
Peningkatan jumlah peserta yang meningkat drastik tersebut menandai lonjakan minat dan antusiasme terhadap kerja sama ekonomi antara Timor-Leste dan Australia.
Nicholas Moore AO, CEO Macquarie Group dan Utusan Khusus Australia untuk Asia Tenggara dalam acara pembukaan Konferensi TLAUCON2025 ke – II di Gedung Multiusos GMN Dili, Rabu (06/08), mengatakan peningkatan partisipasi ini tidak hanya menunjukkan ketertarikan dunia usaha terhadap potensi ekonomi Timor-Leste, tetapi juga mencerminkan keyakinan yang semakin kuat terhadap masa depan hubungan bilateral kedua negara.
Berita terkait : Resmi dibuka, Konferensi TLAUCON2025 soroti kerja sama, investasi, dan aksesi ASEAN
Nicholas Moore AO juga menyoroti antusiasme peserta sebagai indikator penting kemajuan hubungan ekonomi dua arah. “Tahun lalu, kita memulai dengan 150 peserta. Tahun ini, lebih dari 450 orang hadir. Ini menunjukkan bahwa semakin banyak orang yang melihat potensi nyata dalam kemitraan antara Australia dan Timor-Leste,” ujar Nicholas Moore AO.

Nicholas Moore AO menyampaikan bahwa keterlibatan sektor swasta adalah kunci untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Tenggara, dan bahwa Timor-Leste merupakan mitra yang sangat strategis dalam kerangka itu.
Ia juga menjelaskan bahwa lonjakan partisipasi dalam konferensi ini selaras dengan strategi jangka panjang Australia untuk kawasan Asia Tenggara hingga tahun 2040, yang menekankan pentingnya konektivitas, investasi, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia.
Ia juga membagi fokus kerja sama dalam tiga pilar utama seperti Peningkatan kesadaran terhadap peluang bisnis dan investasi antarnegara, Penghapusan hambatan untuk perdagangan dan mobilitas manusia, termasuk melalui program tenaga kerja seperti PALM dan juga pembangunan kapasitas, khususnya di bidang pendidikan, pertanian, sumber daya alam, pariwisata, layanan digital, dan infrastruktur.
Beliau juga menegaskan Australia telah menyiapkan komitmen pendanaan sebesar $2 miliar untuk mendorong keterlibatan sektor swasta di kawasan Asia Tenggara, termasuk di Timor-Leste, baik melalui pendanaan, investasi ekuitas, maupun jaminan risiko.
Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri Timor-Leste (CCITL), Jorge Manuel de Araújo Serrano, dalam sambutannya menekankan pentingnya membangun jaringan dan hubungan kepercayaan yang langgeng dalam dunia bisnis.
“Yang benar-benar membuat perbedaan dalam bisnis adalah pengetahuan-siapa, bukan hanya pengetahuan-teknis. Konferensi ini menjadi ruang untuk memperluas jaringan, saling mengenal, dan membangun fondasi kepercayaan yang penting untuk kerja sama jangka panjang,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa meskipun Timor-Leste adalah negara kecil dan masih muda, negara ini memiliki potensi pertumbuhan besar, terutama dengan aksesi ke WTO dan rencana bergabung dengan ASEAN pada Oktober 2025.
Jorge Serrano mengajak investor Australia untuk mendukung transformasi ekonomi Timor-Leste tidak hanya melalui modal finansial, tetapi juga transfer teknologi, standar kualitas, dan praktik terbaik internasional.
Konferensi TLAUCON2025 menjadi simbol semakin eratnya hubungan Australia–Timor-Leste. Selain mempertemukan pelaku usaha dari kedua negara, konferensi ini juga menjadi forum untuk menjajaki peluang kerja sama konkret, seperti pengembangan sektor pertanian, pariwisata, energi, konektivitas digital, serta mobilitas tenaga kerja terampil.
TLAUCON2025 diharapkan menjadi agenda tahunan yang terus mempererat hubungan kedua negara, membuka peluang baru, dan membentuk masa depan ekonomi yang saling menguntungkan bagi Australia dan Timor-Leste.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

