DILI, 06 Agustus 2025 (TATOLI)– Konferensi Ekonomi dan Bisnis Timor-Leste–Australia 2025 (TLAUCON2025) resmi dibuka dan menjadi ajang penting yang mempertemukan pejabat tinggi pemerintah, diplomat, pelaku bisnis, dan mitra pembangunan dari kedua negara untuk memperdalam kemitraan ekonomi strategis serta mendiskusikan langkah konkret menuju aksesi Timor-Leste ke ASEAN.
Dalam sambutannya, Presiden Republik, José Ramos-Horta menyambut para delegasi dengan hangat, dan menegaskan komitmen Timor-Leste untuk membangun kemitraan ekonomi yang bermakna dengan Australia.
Ia menyampaikan rasa terima kasih atas terselenggaranya forum penting ini dan berharap TLAUCON dapat menjadi agenda tahunan yang mempererat hubungan kedua negara.
“Konferensi ini bukan hanya sebuah pertemuan, melainkan jembatan untuk memperkuat persahabatan dan membangun masa depan bersama yang penuh pertumbuhan dan pembangunan ekonomi,” ujar Presiden Ramos-Horta di Gedung Multiusos GMN Dili, Rabu (06/08).
Presiden Ramos-Horta menyampaikan bahwa Timor-Leste tengah memasuki fase baru pembangunan, dengan fokus pada diversifikasi ekonomi, reformasi struktural, dan integrasi regional. Ia menyebut rencana aksesi Timor-Leste ke ASEAN pada Oktober 2025, menyusul aksesi ke OPD (Organisasi Perdagangan Dunia) pada 2024, sebagai langkah strategis membuka peluang perdagangan dan investasi.
Kepala Negara juga menekankan pentingnya sektor-sektor prioritas seperti pertanian, pariwisata, manufaktur, dan sumber daya alam, serta pembenahan iklim usaha agar lebih menarik bagi investor asing. Kepada para pengusaha Australia, Presiden Ramos-Horta menyatakan bahwa Timor-Leste terbuka untuk investasi dan mengundang mereka untuk menjadi bagian dari transformasi ekonomi negara tersebut.
“Kami menawarkan tenaga kerja muda dan termotivasi, visi regional yang berkembang, dan peluang besar untuk kemitraan jangka panjang. Mari kita terhubung, berbagi, dan berkolaborasi untuk membangun masa depan yang tangguh dan sejahtera,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pembangunan Internasional dan Menteri Usaha Kecil Australia, Anne Aly, menyampaikan dukungan kuat Australia terhadap pertumbuhan ekonomi Timor-Leste. Ini merupakan kunjungan pertamanya ke kawasan ini sejak masuk kabinet pada Mei 2025.
Menteri Anne menyoroti dua perannya sebagai menteri pembangunan dan usaha kecil yang saling melengkapi dalam mendorong kemitraan ekonomi yang lebih kuat. Ia menegaskan bahwa sektor swasta yang kuat dan diversifikasi ekonomi merupakan kunci bagi masa depan Timor-Leste, terutama untuk menyediakan lapangan kerja bagi generasi mudanya.
“Kami mendukung penuh visi Timor-Leste dan akan terus memperkuat kerja sama pembangunan untuk membantu membangun ekonomi yang tangguh dan inklusif,” ujarnya.
Australia juga menegaskan kontribusinya dalam sejumlah inisiatif strategis, termasuk Kemitraan Mobilitas dan Keterampilan Tenaga Kerja, yang membuka peluang kerja bagi 10.000 warga Timor-Leste di Australia, Pendanaan darurat sebesar $5 juta untuk program kesehatan dan kesetaraan gender.
Selain itu adapun Investasi infrastruktur, seperti pembangunan kembali Bandara Internasional Díli dan penyediaan kabel internet berkecepatan tinggi serta fukungan aksesi ke ASEAN dan OPD, dengan komitmen dana sebesar $11,8 juta.
Ia juga memperkenalkan dua tokoh kunci dari Australia, yaitu Nicholas Moore, Utusan Khusus untuk Asia Tenggara, dan Shane Walton, Pemimpin Bisnis Baru untuk Timor-Leste, yang keduanya akan memperkuat keterlibatan ekonomi kedua negara.
“Australia bukan hanya tetangga, tetapi sahabat dan mitra Timor-Leste. Kami hadir untuk mendampingi setiap langkah pembangunan Anda,” ujarnya.
TLAUCON2025 menjadi panggung strategis untuk menjalin kemitraan baru, membahas peluang investasi, dan memperluas jaringan bisnis lintas sektor. Kedua pemimpin menegaskan pentingnya kerja sama yang tidak hanya berdasar angka, tetapi juga pada nilai-nilai solidaritas, inovasi, dan pembangunan berkelanjutan.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




