iklan

HEADLINE, PENDIDIKAN

Presiden Ramos-Horta paparkan visi masa depan digital dan umumkan KTT Nobel

Presiden Ramos-Horta paparkan visi masa depan digital dan umumkan KTT Nobel

Presiden Republik, Jose Ramos-Horta, berpartisipasi dalam seminar tentang Kecerdasan Buatan (AI - Artificial Intelligence), yang diadakan di Istana Kepresidenan,Selasa (05/08). Foto Media Kepresidenan

DILI, 05 Agustus 2025 (TATOLI) —  Presiden Republik, Jose Ramos-Horta, Selasa ini dalam pidatonya pada  seminar yang didedikasikan untuk Kecerdasan Buatan (AI – Artificial Intelligence), menegaskan kembali komitmen jangka panjangnya untuk mempersiapkan Timor-Leste menghadapi tantangan dan peluang di era digital.

Seminar yang digelar oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Kebudayaan di Istana Kepresidenan, Selasa (05/08) itu  di hadiri  para akademisi dan mahasiswa, Kepala Negara mengenang keterlibatan perintisnya dalam topik tersebut, yang dimulai pada tahun 2018, dengan mengklasifikasikan Kecerdasan Buatan sebagai “revolusi industri keempat”.

Melalui siaran pers dari Laman resmi Kepresidenan yang diakses Tatoli, menyebutkan bahwa Kepala Negara dalam seminar itu secara resmi memperkenalkan tamu terhormatnya, Ekaterina Zagladina, Presiden Sekretariat Permanen Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Penerima Nobel Perdamaian Dunia, serta menyoroti peran fundamentalnya dalam mempromosikan dialog global dan membangun kemitraan strategis dengan Timor-Leste.

Dimana, dalam sebuah pengumuman yang sangat relevan, Presiden Ramos-Horta mengungkapkan bahwa Timor-Leste akan menjadi negara tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Nobel yang bersejarah pada tahun 2026, sebuah inisiatif yang dipimpin oleh Kepresidenan Republik bekerja sama erat dengan organisasi yang diwakili oleh Zagladina.

Acara ini tidak hanya akan mempertemukan para penerima Hadiah Nobel Perdamaian, tetapi juga para pemenang terkemuka dari berbagai bidang ilmiah lainnya. Tujuannya adalah untuk memposisikan Timor-Leste sebagai pusat refleksi internasional yang baru muncul tentang sains, teknologi, dan pembangunan manusia, sejalan dengan upaya berkelanjutan Presiden untuk menghubungkan bangsa ini dengan para pemimpin pemikiran global.

Ramos-Horta juga menggarisbawahi bahwa KTT ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk proyeksi internasional Timor-Leste dan untuk mendekatkan diri pada pusat-pusat pengetahuan dunia, dengan dampak langsung bagi kaum muda dan sektor akademik nasional.

Mengingat sebuah acara sebelumnya yang menghasilkan pemberian dua beasiswa doktoral kepada mahasiswa Timor oleh seorang peraih Nobel Perdamaian, Presiden Ramos-Horta menyoroti pentingnya interaksi yang mendalam dan terfokus, ketimbang konferensi besar yang bersifat generik.

Tujuan utamanya, beliau menyimpulkan, adalah memberdayakan para akademisi dan mahasiswa Timor-Leste dengan pengetahuan dan jaringan yang diperlukan untuk menavigasi masa depan dan memanfaatkan teknologi canggih untuk pembangunan nasional.

TATOLI

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!