DILI, 05 Agustus 2025 (TATOLI) — Bank Sentral Timor-Leste (BCTL) merilis Laporan Triwulanan Dana Perminyakan Timor-Leste untuk kuartal II tahun 2025, yang menunjukkan kinerja investasi yang mengesankan dengan pendapatan investasi bruto mencapai $735,86 juta.
Laporan tersebut, yang mencakup periode 01 April hingga 30 Juni 2025, mencatat bahwa saldo Dana Perminyakan meningkat menjadi $18,74 miliar, dibandingkan pada akhir kuartal I (01 Januari-31 Maret) hanya $18,25 miliar.
Direktur Eksekutif BCTL, Tobias Ferreira mengatakan pendapatan total yang diterima selama kuartal ini sebesar $12,2 juta, sementara pendapatan investasi terdiri dari kupon, bunga dan dividen sebesar $148,80 juta, serta perubahan nilai pasar sebesar $587,06 juta.
“Imbal hasil portofolio Dana Perminyakan di pasar keuangan mencapai 4,14%, sedikit di bawah acuannya sebesar 4,15%,” jelas Tobias Ferreira dalam di kantor BCTL, selasa ini.
Ia menekankan bahwa pengelolaan investasi dilakukan oleh BCTL sesuai dengan strategi yang ditetapkan oleh Kementerian Keuangan, sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Dana Perminyakan.
Pada periode yang sama, total penarikan dari Dana Perminyakan tercatat sebesar $253,77 juta. Dari jumlah tersebut, $250 juta ditransfer ke Rekening Kas Negara guna membiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sementara $3,77 juta digunakan untuk biaya pengelolaan investasi.
Direktur Eksekutif BCTL mengungkapkan sejak didirikan, Dana Perminyakan telah menghasilkan total pendapatan sebesar $25,27 miliar, dengan total imbal hasil investasi dari pasar keuangan mencapai $11,22 miliar.
“Rata-rata imbal hasil tahunan Dana ini tercatat sebesar 4,56%, dengan total penarikan untuk mendukung APBN mencapai $17,91 miliar,” ungkapnya.
Eligia Auxiladora de Almeida, Petugas Manajemen Risiko di Departemen Manajemen Investasi BCTL, menjelaskan bahwa kondisi pasar keuangan global turut memberikan kontribusi positif terhadap kinerja investasi Dana Perminyakan.
“Pasar saham global mengalami pemulihan dari kinerja negatif pada kuartal pertama, sementara imbal hasil sekuritas menurun, yang berdampak pada kenaikan harga aset. Ini memperkuat kinerja investasi Dana selama kuartal ini,” ujarnya.
Pemulihan sektor manufaktur global, terutama di Amerika Serikat (AS), China, dan Jepang, juga menjadi faktor pendukung. Produk domestik bruto (PDB) AS tumbuh sebesar 3,0% pada kuartal kedua, setelah mengalami kontraksi 0,5% pada kuartal sebelumnya.
Stabilitas pasar tenaga kerja dan inflasi yang masih di atas target 2% mendorong Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25–4,50%.
Sementara itu, bank sentral di Eropa dan Jepang juga mengambil langkah-langkah kebijakan moneter untuk mengatasi tekanan inflasi dan menjaga stabilitas ekonomi.
“Kondisi ini secara keseluruhan memberikan angin segar bagi pasar keuangan dan berdampak positif terhadap Dana Perminyakan,” tambah Eligia.
Dari sisi pemerintah, Cosme da Costa Araujo, Analis Dana Perminyakan dari Kementerian Keuangan, menyatakan bahwa pendapatan investasi Dana sejak Januari 2025 telah mendekati satu miliar dolar.
“Imbal hasil investasi sangat besar, terutama mengingat dinamika tarif di Amerika Serikat. Pendapatan kita sejauh ini sangat positif,” paparnya.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




