DILI, 31 Juli 2025 (TATOLI)— Yayasan untuk Pembangunan Pasca-Konflik atau Foundation for Post Conflict Development (FPCD) melakukan pertemuan resmi dengan Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão untuk mempererat kemitraan pembangunan antara FPCD, Pemerintah Timor-Leste, dan organisasi internasional g7+.
Delegasi FPCD dipimpin langsung oleh Utusan Khusus Yang Mulia Pangeran Albert II dari Monako, didampingi oleh Direktur Eksekutif FPCD, Claudia Abate, dan timnya. Dalam pertemuan tersebut, FPCD mempresentasikan layanan dan rencana kegiatan pembangunan yang akan dijalankan di Timor-Leste.
“Kami bertemu dengan Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmão untuk menyampaikan solidaritas kami kepada rakyat Timor-Leste dan memperkuat persahabatan dengan para mitra kerja sama. Kami juga menyampaikan rencana kegiatan FPCD di masa mendatang,” ujar Claudia Abate di kantor pemerintah, kamis ini.
FPCD dikenal memiliki hubungan kemitraan yang erat dengan Pemerintah Timor-Leste serta g7+, sebuah aliansi negara-negara rapuh dan pascakonflik, di mana Xanana Gusmão menjadi salah satu tokoh pendirinya.
Ia menilai pentingnya kerja sama yang berfokus pada pengurangan kerentanan dan penguatan kapasitas lokal dengan tetap menghormati aspirasi masyarakat setempat.
Melalui pertemuan ini, FPCD berharap mendapatkan dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Timor-Leste dalam pelaksanaan program-programnya, baik di dalam negeri maupun melalui kemitraan internasional seperti g7+.
FPCD sendiri berkantor pusat di Monako dan dikenal juga sebagai Post Conflict Development Association of Monaco, yang berada di bawah Perlindungan Tinggi dari Pangeran Albert II.
Komitmen Pangeran Albert II terhadap bantuan kemanusiaan dan pelestarian lingkungan telah mendapat pengakuan luas di kancah internasional. Ia juga secara aktif memimpin delegasi Monako di berbagai forum global, termasuk Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




