DILI, 29 Juli 2025 (TATOLI)— Presiden Republik José Ramos Horta bersama Perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Timor-Leste, Arvind Mathur kembali menyoroti berbagai isu kesehatan prioritas nasional mencakup keberhasilan eliminasi malaria, peningkatan kasus rabies, serta upaya percepatan pemberantasan tuberkulosis (TB).
Dalam keterangan pers usai pertemuan, Arvind Mathur menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Presiden Horta terhadap sektor kesehatan, khususnya atas pencapaian besar Timor-Leste yang baru-baru ini mendapat sertifikasi eliminasi malaria dari WHO.
“Ini merupakan pencapaian besar bagi pemerintah dan rakyat Timor-Leste. Berkat dukungan Presiden, Timor-Le ste kini diakui sebagai negara bebas malaria. Namun, kita juga menerima rekomendasi global agar eliminasi ini berkelanjutan,” ujar Arvind Mathur di Istana Kepresidenan, selasa ini.
Selain malaria, WHO dan Presiden Horta juga menyoroti meningkatnya jumlah kasus rabies di negara Timor-Leste.
Arvind Mathur menekankan pentingnya ketersediaan vaksin rabies dan imunoglobulin untuk penanganan gigitan anjing kategori 3.
“Kami telah merespons perhatian Presiden terkait rabies. WHO bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk memastikan vaksin dan imunoglobulin tersedia di seluruh wilayah,” jelasnya.
Isu tuberkulosis turut menjadi pokok pembahasan. WHO menilai bahwa eliminasi TB masih menjadi tantangan, namun dengan rencana yang telah disusun bersama Kementerian Kesehatan, Kementerian Solidaritas Sosial, serta dukungan dari Global Fund, langkah percepatan bisa segera diwujudkan.
Upaya tersebut mencakup pemanfaatan teknologi seperti sinar-X digital, kecerdasan buatan (AI), serta layanan diagnostik berbasis genetika yang kini telah tersedia di setiap kotamadya. Selain itu, penguatan peran tenaga kesehatan masyarakat dan relawan juga menjadi bagian penting dari strategi nasional.
“Presiden sangat mendorong implementasi rencana percepatan pengakhiran TB. Kami juga mendukung ketersediaan pengobatan lengkap dengan bantuan pangan,” tuturnya.
Baru-baru ini, Kementerian Kesehatan juga telah membentuk satuan tugas nasional untuk mengakhiri TB sebagai bagian dari strategi ganda pemerintah.
Dalam pertemuan tersebut, Ia turut melaporkan kemajuan kerja sama antara WHO dan Pemerintah Timor-Leste dengan dukungan KOICA dalam program kesehatan sekolah yang menjangkau lebih dari 1.300 sekolah di seluruh negeri. Program ini mencakup skrining kesehatan, kampanye pemberian obat cacing, serta pemantauan kesehatan siswa usia 6 hingga 16 tahun dari kelas 1 hingga kelas 9.
Selain itu, pertemuan juga membahas partisipasi Presiden Horta dalam Sidang Umum PBB mendatang yang akan mengangkat isu penyakit tidak menular (PTM). Presiden Horta, yang menjabat sebagai salah satu ketua kelompok negara bagian untuk PTM, diharapkan berperan penting dalam mendorong perpajakan pro-kesehatan di tingkat global.
“Kami memberi pengarahan kepada Presiden mengenai pertemuan tingkat tinggi di PBB tentang PTM dan pentingnya kebijakan fiskal untuk pencegahan dan pengendalian penyakit tersebut,” pungkasnya.
Reporter: Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




