DILI, 20 Juli 2025 (TATOLI)— Dalam rangka memperingati Hari Catur Internasional, Federasi Catur Timor-Leste (FXTL) menggelar kegiatan istimewa bertajuk Catur Simultan, yang menghadirkan seorang Women FIDE Master (WFM) asal Portugal, Margarida Coimbra, untuk bertanding melawan sejumlah pecatur Timor-Leste secara bersamaan.
Acara pembukaan kegiatan ini berlangsung hangat pada pagi hari di Pusat Konvensi Dili (CCD), dengan dihadiri oleh sejumlah tamu penting dari negara-negara anggota CPLP (Komunitas Negara-Negara Berbahasa Portugis), termasuk Ketua Federasi Catur Cabo Verde dan Ketua Federasi Permainan Multiolahraga Internasional, Francisco Carapinha, yang juga bertindak sebagai pengawas teknis pertandingan.
Dalam sambutannya, Ketua FXTL Zeferino Viegas menjelaskan bahwa pertandingan ini dilakukan dalam format simultan, di mana hanya satu pemain yaitu Margarida Coimbra yang akan bergerak dari meja ke meja melawan 20 pemain muda Timor-Leste yang duduk di posisi masing-masing.
“Pagi ini FXTL dan rekan-rekan dari CPLP menyelenggarakan pertandingan catur simultan yang diikuti oleh para pecatur muda dari Timor-Leste. Hanya satu pemain yang akan bermain melawan semuanya seorang Master FIDE Wanita dari Portugal,” ujar Zeferino dalam konferensi pers, minggu ini.
Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari semangat kolaborasi antarnegara berbahasa Portugis dan bentuk nyata dukungan bagi perkembangan catur di Timor-Leste.
Zeferino memaparkan perjalanan FXTL berdiri sejak tahun 2013. Pada 2014, FXTL mengadakan kongres pertamanya dan saat ini tengah bersiap untuk menyelenggarakan kongres kedua. Hingga kini, FXTL telah mencatatkan 800 hingga 900 pertandingan resmi dalam sistem FIDE, serta memiliki dua Kandidat Master dan satu Master FIDE.
Namun ia juga mengakui bahwa masih terdapat tantangan, terutama dalam hal anggaran. “Kami ingin membawa catur ke sekolah-sekolah, namun karena keterbatasan dana, belum bisa terlaksana sepenuhnya. Meskipun demikian, asosiasi kami di tingkat kotamadya terus berkembang secara bertahap,” ungkapnya.
Zeferino berharap melalui kolaborasi seperti ini, FXTL dapat memiliki kondisi yang lebih baik di masa depan. “Dengan kehadiran rekan-rekan CPLP, kami optimistis Timor-Leste bisa mengembangkan catur secara lebih luas”.
WFM Margarida Coimbra, pecatur asal Portugal dan juara nasional dua kali, mengungkapkan rasa senangnya dapat hadir di Timor-Leste dan melihat antusiasme para pecatur muda.
“Saya sangat senang melihat semangat dan antusiasme anak-anak muda yang ingin belajar catur. Pesan saya untuk Hari Catur Internasional ini adalah : belajar, bermain, dan berpartisipasi,” ujarnya dengan semangat.
Sementara itu, Francisco Carapinha, selaku Ketua Federasi Catur Cabo Verde, memberikan apresiasi kepada FXTL atas penyelenggaraan kegiatan ini. Ia menyebut Hari Catur Internasional sebagai momen penting untuk mempromosikan olahraga ini di negara-negara CPLP, termasuk Timor – Leste.
“Federasi Timor-Leste menyelenggarakan pertandingan simultan sebagai persembahan kepada para pecatur. Margarida Coimbra, pecatur Portugal yang dua kali menjadi juara nasional, akan bertanding dengan metode catur simultan. Ia akan mendekati masing-masing pemain, melangkah, lalu beralih ke pemain lain, dan seterusnya, hingga pertandingan selesai,” jelasnya.
Francisco juga menekankan pentingnya media dalam mempublikasikan kegiatan-kegiatan catur. “Ini tentang promosi. Kegiatan seperti ini adalah bentuk promosi yang harus dibantu oleh media. Tanggung jawab besar ada di pundak media untuk memperluas cakupan catur di masyarakat,” katanya.
Tak hanya itu, ia juga menyoroti perlunya dukungan pemerintah dan keterlibatan lebih luas dari institusi negara. “Pemerintah memiliki peran penting dalam mendukung olahraga ini. Catur bisa dipadukan dengan pariwisata. Negara seperti Timor-Leste yang kaya budaya dan keindahan alam bisa memanfaatkan catur sebagai daya tarik tambahan dalam sektor pariwisata,” jelas Francisco.
Ia menegaskan bahwa federasi internasional dan negara-negara Lusofon siap memberikan dukungan penuh bagi FXTL dan perkembangan catur di Timor-Leste.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




