DILI, 14 Juli 2025 (TATOLI)—Panglima Angkatan Pertahanan Bersejata Republik Timor Leste (F-FDTL), Letnan Jenderal Domingos Raul ‘Falur Rate Laek’, secara resmi membuka pelatihan gabungan anggota militar. Dalam acara pembukaan Letnan Jenderal Falur mengatakan, pelatihan sangatlah penting bagi anggota militer.
“Timor – Leste memiliki banyak pengalaman selama ini, yang elemen utamanya adalah sumber daya manusia karena dapat memiliki materi hingga sarana ke mana, tetapi manusialah yang menentukan. Itulah mengapa pelatihan sangatlah penting,” katanya dalam sambutannya pada acara pembukaan pelatihan yang diselenggarakan di Pangkalan Militer Komponen Angkatan Laut, Hera, Senin ini.
Dimana, dalam pelatihan gabungan tersebut melibatkan anggota militer dari Komponen Darat, Komponen Angkatan Laut, dan Componente Aéreo Leve (Komponen angkatan udara ringan) yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan militer dalam operasi dan taktik penggunaan senjata dalam pertempuran.
“Acara ini bukan hanya merupakan representasi penting untuk meningkatkan kapasitas operasional Anda (militer), tetapi juga momen penting untuk menegaskan persatuan dan interoperabilitas angkatan bersenjata kita,” kata Letnan Jenderal Falur.
Ia mengatakan, konsep Latihan gabungan penggunaan senjata merupakan hal mendasar bagi pengajaran di Angkatan militer, karena pelatihan itu memungkinkan integrasi dan beragam kemampuan dalam upaya.
“Melalui pelatihan ini, kalian akan dapat meningkatkan efektivitas kalian dalam situasi pertempuran, dan juga meningkatkan perlindungan dan rasa hormat kalian terhadap tantangan apa pun yang mungkin kita hadapi di masa depan,” ujarnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas inisiatif menyelenggatakan pelatihan ini. Dimana, pelatihan ini untuk memastikan bahwa semua peserta mendapatkan pengalaman dan mewarisi pengetahuan taktis dan operasional.
“Saya juga berterima kasih kepada para peserta, atas komitmen kalian terhadap pertahanan negara dan juga terhadap negara dan kedaulatan kita. Karena ancaman dan tantangan yang ada, mengharuskan kita untuk memiliki pelatihan yang berkelanjutan, pelatihan sumber daya manusia sangatlah penting,” tuturnya.
Ia meminta anggota F-FDTL untuk terus menjaga bobot militer strategis demi pertahanan rakyat dan masyarakat dengan memperkuat para perwiranya, serta saling meningkatkan kemampuan tempur melalui latihan.
Di tempat yang sama, Komandan Komponen Angkatan Laut, Komodor Higino das Neves, mengatakan, latihan ini merupakan pembelajaran untuk memperkuat hubungan antara tiga komponen, yaitu Komponen Darat, Komponen Laut, dan Componente Aéreo Leve, dalam menghadapi ancaman yang muncul.
“Kami melihat kekuatan kami kecil, jadi kami perlu bekerja sama. Pertama-tama, ciptakan persahabatan pribadi di antara ketiga pasukan. Oleh karena itu, ketiga komando memutuskan untuk mengajukan proposal kepada Panglima Tertinggi, dan Panglima Tertinggi menerima dan menyetujuinya. Dan, hari ini kami akan berlatih,”jelasnya.
Menurutnya, latihan ini bukan sekadar latihan operasional, melainkan latihan evaluasi.
“Dalam latihan di lapangan ini mereka akan bernavigasi dan menembak, dan melalui latihan ini mereka dapat saling berbagi pengalaman sehingga ke depannya mereka dapat mengetahui bagaimana komandan peleton dan komandan sesi memberikan perintah kepada anggotanya, bagaimana mereka dapat melaksanakan perintah dengan baik. Ini penting. Dan latihan ini tidak akan berhenti di sini saja,” pungkasnya.
Komandan Higino meminta kepada anggota militer yang terlibat dalam latihan ini untuk tetap menjaga kedisiplinan agar latihan ini dapat berjalan dengan sukses.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz




