DILI, 13 Mei 2026 (TATOLI) — Pemerintah Timor-Leste meningkatkan operasi keamanan nasional menyusul serangkaian insiden kekerasan yang terjadi di sejumlah wilayah dalam beberapa pekan terakhir, termasuk bentrokan antar kelompok pemuda di Mehara, Daerah Administrasi Tutuala, Kotamadya Lautém yang diduga menewaskan seorang warga pada 10 Mei lalu.
Langkah tersebut disetujui melalui resolusi Pemerintah oleh Dewan Menteri terkait penguatan keamanan publik dan pencegahan kekerasan.
“Pemerintah menyatakan insiden kekerasan yang terjadi belakangan ini telah menimbulkan dampak serius terhadap keselamatan warga, kerusakan harta benda pribadi, serta mengganggu stabilitas masyarakat di wilayah terdampak,” ungkap hasil laporan Rapat Dewan Menteri hari ini.
Dalam resolusi tersebut, Pemerintah mengecam keras seluruh tindakan kekerasan dan perusakan yang mengakibatkan hilangnya nyawa manusia, luka fisik terhadap warga sipil, maupun kerusakan properti, tanpa memandang pelaku ataupun motif tindakan tersebut.
Sebagai bagian dari langkah pencegahan, Pemerintah kembali menegaskan penangguhan sementara seluruh kegiatan kolektif pengajaran, pelatihan, dan praktik seni bela diri serta seni ritual di seluruh wilayah nasional.
Selain itu, seluruh tempat yang digunakan untuk aktivitas tersebut juga diperintahkan untuk ditutup sementara.
Pemerintah menilai kebijakan itu bersifat luar biasa, proporsional, dan preventif guna menghentikan penyalahgunaan kegiatan seni bela diri dan seni ritual sebagai sarana pengorganisasian aksi kekerasan.
Melalui resolusi tersebut, Pemerintah juga memerintahkan Kepolisian Nasional Timor-Leste (PNTL) untuk memperkuat operasi patroli di seluruh wilayah nasional, khususnya di kawasan dan jam-jam yang memiliki konsentrasi pemuda tinggi atau memiliki riwayat konflik dan kekerasan.
Pemerintah turut mengimbau para pemimpin komunitas, termasuk otoritas desa, agar aktif melaporkan aktivitas yang melanggar kebijakan penangguhan kegiatan seni bela diri dan seni ritual.
Pemerintah daerah di seluruh kotamadya, termasuk Daerah Administrasi Espesial Oe-Cusse Ambeno dan Otoritas Administratif Ataúro, juga diminta segera meneruskan informasi terkait kepada aparat kepolisian yang berwenang.
Selain memperkuat patroli keamanan, Pemerintah menegaskan bahwa aparat kepolisian harus melanjutkan dan mempercepat proses penyelidikan terhadap seluruh insiden kekerasan yang telah terjadi agar para pelaku dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




