DILI, 15 Mei 2026 (TATOLI) — Unit Kepolisian Maritim Timor-Leste (UPM) pada hari Jumat menerima lima kapal patroli berkecepatan tinggi baru yang bertujuan untuk memperkuat operasi patroli di laut melawan aksi penangkapan ikan ilegal dan kejahatan maritim transnasional lainnya di perairan teritorial Timor-Leste.
Kelima kapal patroli berkecepatan tinggi baru tersebut dibeli melalui pengalokasian APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) untuk tahun 2025, dengan dana sekitar $147.000. Kelima kapal tersebut di beli oleh Perusahaan NIBRI 0507, Ltd.
Pembelian kapal-kapal tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah yang lebih luas untuk memperkuat pengawasan maritim dan meningkatkan operasi patroli terhadap kapal asing yang terlibat dalam penangkapan ikan ilegal di perairan Timor-Leste.
Dalam acara serah terima yang dilakukan di kantor Unit Polisi Maritim, Lecidere, Dili, Komandan Jenderal Polisi Nasional Timor-Leste (PNTL), Komisaris Polisi Afonso dos Santos meminta para petugas UPM untuk menggunakan kapal-kapal tersebut secara bertanggung jawab dan merawatnya dengan baik untuk memastikan efektivitas operasional jangka panjang.
Ia mengatakan bahwa kapal-kapal tersebut akan membantu pihak berwenang untuk melindungi sumber daya laut Timor-Leste dengan lebih baik dan memperkuat kapasitas penegakan hukum di perairan nasional.
Hal senada dilontarkan, Komandan UPM, Kepala Inspektur Eugenio Pereira, mengatakan kapal-kapal tersebut akan ditempatkan di pos-pos UPM di Covalima, Lautém, Daerah Administratif Khusus Oecusse-Ambeno (RAEOA), dan Atauro, serta di daerah-daerah yang dianggap sangat rentan terhadap kegiatan penangkapan ikan ilegal.
Dikatakan, selain digunakan untuk menegakkan hukum perikanan, kapal-kapal itu diharapkan dapat mendukung operasi keamanan maritim yang menargetkan kejahatan transnasional, termasuk penyelundupan barang ilegal melalui jalur laut ke negara ini.
Pembelian kapal-kapal tersebut dilakukan seiring upaya Timor-Leste untuk memperkuat keamanan perbatasan laut dan meningkatkan penegakan hukum maritim di tengah meningkatnya kekhawatiran atas penangkapan ikan ilegal dan kejahatan maritim lintas batas.
Tim TATOLI




