DILI, 02 Juli 2025 (TATOLI)— Presiden Republik, Jose Ramos Horta mengatakan bahwa, keputusan Myanmar yang menyatakan tidak menyetujui Timor-Leste jadi anggota penuh ASEAN ((Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara) pada Oktober tahun ini, tidak mempengaruhi bergabungnya Timor-Leste dengan negara ASEAN.
Pernyataan Kepala Negara Timor-Leste itu dilontarkan berkaitan dengan informasi yang dipublikasikan oleh media Thai PBS World yang mempublikasikan bahwa Myanmar secara resmi menginformasikan kepada Malaysia tidak menyetujui Timor-Leste jadi anggota penuh ASEAN pada bulan Oktober mendatang.
“Pertama, seperti yang telah dikeluarkan dalam siaran pers, Myanmar tidak setuju dan hal ini tidak memerlukan banyak spekulasi. Karena, keputusan bagi Timor-Leste untuk resmi bergabung dengan ASEAN telah diambil di tingkat pimpinan ASEAN, di Kuala Lumpur Malaysia. Keputusan itu telah dibuat dan juga diumumkan dalam siaran pers, yang dijadwalkan pada bulan Oktober ini,” kata Presiden Horta dalam Konferensi pers yang diadakan di Istana Kepresidenan, Dili, Rabu ini.
Kepala Negara menjelaskan, persiapan kini telah dimulai untuk acara ini sehingga Timor-Leste dapat bergabung sebagai anggota penuh ASEAN pada bulan Oktober 2025.
“Jika ada salah satu negara yang tidak berpartisipasi dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) tersebut, di Kuala Lumpur, itu masalah mereka,” tegas Kepala Negara.
Presiden Horta juga mengatakan bahwa Myanmar tidak berpartisipasi dalam KTT ASEAN selama tiga tahun karena kudeta.
“Pada tanggal 01 Februari 2021, Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN tidak mengundang mereka (Myanmar) untuk berpartisipasi di pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi, dan mereka hanya diperbolehkan berpartisipasi pada pertemuan tingkat teknis yang lebih tinggi di Kementerian Luar Negeri dan mereka tidak berpartisipasi (Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN) selama tiga tahun,” jelas Presiden Horta.
Presiden Horta menekankan dalam KTT ASEAN di Kuala Lumpur, para pemimpin ASEAN telah membuat keputusan, bahwa Timor-Leste akan bergabung menjadi anggota penuh ASEAN pada bulan Oktober mendatang.
“Tidak ada hambatan atas keputusan tersebut, dan kami membiarkan Ketua ASEAN yang menjawab mereka (Myanmar). Dan ini keputusan atas bergabungnya Timor-Leste dalam Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN juga dihadiri kepemimpinan ASEAN, dan Timor-Leste juga ikut berpartisipasi yaitu Perdana Menteri Xanana Gusmão agar Timor-Leste menjadi anggota penuh ASEAN. Semua persiapan terus dilakukan, agar Timor-Leste dapat bergabung tahun ini,” pungkasnya.
Sementara itu, dalam Piagam ASEAN yang dikutip TATOLI dari Laman resmi ASEAN Main Portal //https://www.asean.org// menyebutkan, pada Bab III tentang Keanggotaan, pada Pasal 6 ayat 2 mengenai Penerimaan Anggota Baru berbunyi “Penerimaan keanggotaan wajib didasarkan atas kriteria berikut yaitu :
- Letaknya secara geografis diakui berada di kawasan Asia Tenggara
- Pengakuan oleh seluruh Negara Anggota ASEAN
- Kesepakatan untuk terikat dan tunduk pada Piagam ASEAN
- Kesanggupan dan keinginan untuk melaksanakan kewajiban keanggotaan
Selain itu, pada Bab VII Pasal 20 tentang Pengambilan Keputusan mengenai Konsultasi dan Konsensus berbunyi sebagai berikut :
- Sebagai prinsip dasar, pengambilan keputusan di ASEAN didasarkan pada konsultasi dan konsensus
- Apabila konsensus tidak dapat dicapai, Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN dapat memutuskan bagaimana suatu keputusan tertentu dapat diambil
- Tidak satu pun pada ayat 1 dan 2 dalam Pasal ini akan memengaruhi cara-cara pengambilan keputusan sebagaimana tertuang dalam instrumeninstrumen hukum ASEAN yang relevan
- Dalam hal suatu pelanggaran serius terhadap Piagam atau ketidakpatuhan, hal dimaksud wajib dirujuk ke Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN untuk diputuskan.
Perlu diketahui, pada 26 Mei 2025 Perdana Menteri Malaysia, YAB Dato’ Seri Anwar Ibrahim, dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-46 di Kuala Lumpur, Malaysia, secara resmi menyatakan bahwa Timor-Leste akan menjadi anggota penuh ASEAN pada KTT ke-47 yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2025, di Kuala Lumpur.
Dikutip dari laman resmi Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama Timor-Leste (MNEC), menyebutkan Perdana Menteri Anwar menyampaikan apresiasi mendalam dan penghargaan tinggi kepada semua pihak, baik dari dalam ASEAN maupun mitra eksternal yang telah berkontribusi secara konsisten dalam mendukung proses aksesi Timor-Leste menuju keanggotaan penuh.
Keputusan tersebut juga menandai tonggak penting dalam sejarah ASEAN sebagai organisasi regional yang terus berkembang menuju integrasi lebih dalam dan inklusif.
ASEAN merupakan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara yang dibentuk pada 08 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand. Negara-negara pendiri ASEAN adalah Malaysia, Thailand, Indonesia, Filipina, dan Singapura.
ASEAN kini beranggotakan 10 negara yakni Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, Filipina, Kamboja, Vietnam, Laos, Myanmar, dan Brunei Darrusalam.
Sementara, ASEAN telah mengakui Timor-Leste sebagai anggotanya yang ke-11. Status Timor-Leste sebagai pengamat (Observer). Keputusan itu disampaikan melalui pernyataan resmi yang dikeluarkan setelah pertemuan para pemimpin ASEAN di Kamboja pada jumat (11/11/2022).
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz




