iklan

HEADLINE, PENDIDIKAN

Mahasiswa mengaku termotivasi mempelajari keberagaman budaya lewat APCC 2025

Mahasiswa mengaku termotivasi mempelajari keberagaman budaya lewat APCC 2025

Mahasiwa UNPAZ, Rosa Mendonça de Orleans. Foto TATOLI/Osória Marques

DILI, 29 Juni 2025 (TATOLI)Konferensi Komunitas Portugis-Asia (APCC) edisi keempat yang berlangsung selama tiga hari di Dili Convention Center (CCD) menjadi ruang belajar penting bagi para mahasiswa untuk memahami dan menghargai keberagaman budaya antarnegara komunitas berbahasa Portugis.

Mahasiwa dari Universidade da Paz (UNPAZ), Rosa Mendonça de Orleans, mengatakan bahwa APCC mendorong generasi muda untuk mempelajari sejarah, bahasa, dan identitas budaya masing-masing negara dalam komunitas Portugis-Asia.

“Saya kira lewat Konferensi APCC, kita termotivasi untuk belajar tentang sejarah, jati diri, bahasa, serta tarian budaya. Ini sangat penting bagi kami mahasiswa dan pemuda masa depan untuk memahami, melestarikan, dan terus mengembangkan warisan budaya,” kata Rosa pada TATOLI, Minggu ini.

Ia menambahkan, konferensi ini juga berperan dalam membangun perdamaian serta memperkuat kerja sama di bidang budaya, agama, dan pariwisata antarnegara serta menilai forum ini memberikan ruang penting untuk memperkenalkan jati diri budaya komunitasnya.

Berita terkait : APCC 2025, PM Xanana: “Kita Bersatu dalam Keberagaman!”

Sementara itu, Mahasiswa Universidade Nasional Timor Lorosa’e (UNTL), Jorge Magno de Asunção, menyambut positif penyelenggaraan APCC dan menyebutnya sebagai platform penting bagi pemuda Timor-Leste.

“Konferensi ini sangat menarik karena mempertemukan komunitas-komunitas yang memiliki warisan budaya Portugis. Ini sangat penting, terutama bagi kami mahasiswa,” ujarnya.

Jorge juga menyoroti tantangan penggunaan bahasa Portugis di Timor-Leste yang masih cukup besar. Ia berharap, lewat kegiatan seperti APCC, proses pembelajaran bahasa Portugis dapat terus ditingkatkan.

“Kita semua tahu bahwa negara kita menggunakan bahasa Portugis, tetapi itu masih menjadi tantangan besar. Oleh karena itu, saya harap kegiatan seperti ini bisa memperbaiki proses belajar dan penggunaan bahasa di masa depan,” tambahnya.

Menurutnya, APCC juga mampu membangkitkan kesadaran generasi muda akan pentingnya menjaga budaya sebagai bagian dari identitas nasional.

Hal senada disampaikan Mahasiswa dari Universidade de Dili (UNDIL), Emilson de Carvalho yang menilai konferensi APCC sebagai momen penting bagi generasi muda milenial untuk mengenal dan mempromosikan identitas budaya Timor-Leste di kancah internasional.

“Melalui APCC, kita bisa memperkenalkan budaya kita kepada komunitas Portugis-Asia. Selama tiga hari konferensi ini, saya sangat menikmati pemaparan tentang tarian, sejarah, dan makanan khas dari berbagai negara. Ini sangat menarik dan menginspirasi,” jelas Emilson.

Ia juga mengajak pemerintah untuk terus mendukung pelestarian budaya lokal dan mempromosikannya ke tingkat internasional.

Reporter     : Cidalia Fátima

Editor          : Julia Chatarina

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!