iklan

INTERNASIONAL, HEADLINE, SOSIAL INKLUSIF

APCC 2025, PM Xanana: “Kita Bersatu dalam Keberagaman!”

APCC 2025, PM Xanana: “Kita Bersatu dalam Keberagaman!”

Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão. Foto TATOLI/António Daciparu

DILI, 29 Juni 2025 (TATOLI)Perdana Menteri (PM), Kay Rala Xanana Gusmão, menegaskan pentingnya persatuan dan solidaritas lintas negara dalam keberagaman budaya saat membuka secara resmi sesi hari ketiga Konferensi edisi keempat Komunitas Portugis-Asia (APCC) 2025.

Dalam pidato pembukaannya, PM Xanana menyambut hangat seluruh perwakilan komunitas Luso-Asia yang hadir di Timor-Leste dan menekankan bahwa konferensi ini merupakan momen bersejarah bagi bangsa dan kawasan.

“Dengan penuh kehormatan dan kegembiraan, kami menyambut di Dili, untuk pertama kalinya, sebuah acara yang didedikasikan untuk persatuan dan pelestarian komunitas Portugis-Asia. Kita bersatu dalam keberagaman!” kata PM Xanana di Pusat Konvensi Dili (CCD), Minggu ini.

Ia menjelaskan bahwa meskipun komunitas-komunitas ini tersebar di berbagai negara dengan sistem politik dan latar belakang sejarah yang berbeda, mereka dipersatukan oleh warisan leluhur, bahasa, dan nilai-nilai budaya yang sama.

“Kesatuan dalam keberagaman ini tidak pernah lebih relevan daripada saat ini. Di dunia yang terpecah oleh konflik dan instabilitas, setiap upaya untuk memajukan solidaritas, kerja sama, dan humanisme adalah harapan bagi kita semua,” lanjut PM Xanana.

Berita terkait : Warisan Portugis di Thailand: Komunitas Kudichin hadirkan jejak sejarah dalam APCC 2025

PM Xanana juga menyinggung sejarah perjuangan Timor-Leste dalam menghadapi penjajahan dan pendudukan.

Ia menekankan bahwa semangat rekonsiliasi dan keadilan yang berorientasi pada masa depan telah menjadi kunci bagi bangsa Timor untuk membangun kembali negara dan masyarakatnya.

“Dengan keberanian dan dialog, kami merangkul keadilan yang berorientasi ke masa depan untuk menghadapi, mengakui, dan melampaui trauma masa lalu,” ujarnya.

Timor-Leste, sebagai satu-satunya negara CPLP (Comunidade dos Países de Língua Portuguesa) di kawasan Asia Timur, disebut memiliki peran khusus dalam memperkuat hubungan dengan komunitas Luso minoritas di negara-negara seperti Sri Lanka, Malaysia, Myanmar, Thailand, Tiongkok, Indonesia, dan India.

Dari konferensi ini, akan lahir dua capaian penting: Deklarasi Dili dan pendirian Asosiasi Komunitas Portugis-Asia (APAC – Association of Portuguese-Asian Communities), yang secara resmi berbasis di Timor-Leste.

Langkah ini dinilai PM Xanana sebagai upaya konkret dalam melembagakan dialog dan kerja sama antar komunitas Portugis-Asia.

“Kami bangga bahwa asosiasi ini memiliki basis hukum di Dili. Dengan dukungan negara-negara anggota dan CPLP, kita dapat terus mempromosikan perdamaian, toleransi, dan pembangunan masyarakat kita,” tegasnya.

PM Xanana juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh komunitas yang telah hadir, kelompok budaya atas pertunjukan mereka, panitia pelaksana, serta Sekretaris Eksekutif dan Duta Besar CPLP atas kehadiran dan kontribusinya dalam konferensi ini.

“Semoga hari ini menandai dimulainya lebih banyak lagi persahabatan dan solidaritas selama berabad-abad di antara masyarakat kita,” tutupnya.

APPC pertama kali diselenggarakan pada 2016 atas inisiatif komunitas Portugis di Malaka, Malaysia. APCC 2025 di Dili menjadi tonggak baru dalam sejarah komunitas ini, dengan partisipasi yang lebih luas dan agenda kerja sama yang lebih kuat untuk masa depan.

 Reporter     : Cidalia Fátima

Editor           : Julia Chatarina

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!