DILI, 11 Juni 2025 (TATOLI)— Ketua Parlemen Nasional, Maria Fernanda Lay mengatakan Parlemen Nasional (PN) Timor-Leste dan Parlemen Thailand akan menggelar seminar, menjelang persiapan aksesi Timor-Leste menjadi anggota penuh ASEAN pada bulan Oktober mendatang.
Hal tersebut dikatakan Ketua PN Maria Fernanda Lay kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan Presiden Republik, Jose Ramos Horta di Istana Kepresidenan Dili, Rabu ini.
“Parlemen Nasional sedang mempersiapkan diri untuk menjadi anggota penuh ASEAN, dan saya juga menyampaikan bahwa pada tanggal 05 Juli mendatang akan ada seminar di mana Parlemen kita bekerja sama dengan Parlemen Thailand yang difasilitasi oleh ICT (Teknologi Informasi dan Komunikasi) melalui dukungan Uni Eropa,” kata Ketua PN, Fernanda Lay.
Dijelaskan, persiapan tidak hanya dari Pemerintah, tetapi Parlemen Nasional juga memiliki peran penting untuk melakukan persiapan di beberapa bidang penting sebelum aksesi penuh Timor-Leste ke ASEAN.
“Ketika ada aksesi, pasti ada ide karena Sekretaris Jenderal (Sekjen) AIPA (ASEAN Inter-Parliamentary Assembly) sudah menggelar seminar untuk memperkuat badan parlemen. Jadi, untuk melihat prosedur hukumnya apa yang harus kita lakukan bersama dan melakukan konsultasi. Karena, Thailand, Laos dan beberapa negara lainnya juga mempunyai ide ke depannya,” katanya.
Jadi, kata Ketua PN bahwa dirinya akan meminta kepada Sekjen AIPA untuk memfasilitasi pertemuan antara parlemen. “ Saya akan minta Sekjen AIPA untuk memfasilitasi pertemuan antara Parlemen Timor – Leste, Malaysia dan Indonesia. Karena, ketiga negara ini bisa berbahasa Indonesia,”ungkapnya.
Menurutnya, Parlemen adalah badan kedaulatan kedua, dan harus saling terbuka antar negara anggota untuk bekerja sama lebih baik ketika Timor – Leste sudah menjadi anggota penuh ASEAN.
“Ketika kita bergabung kita akan bekerja lebih keras. Perdana Menteri (Xanana Gusmão) sudah sampaikan bahwa, Parlemen harus siap untuk mempercepat semua proses. Dan, saya katakan ya. Kita siap untuk mempercepat semua proses terutama untuk kesepakatan antar negara anggota ASEAN,” pungkasnya.
Dilain pihak, Ketua PN juga saat bertemu dengan Presiden Republik menginformasikan tentang pertemuannya dengan Paus Leo XIV saat melakukan kunjungan ke Vatikan.
“Saya datang untuk menyampaikan kepada Presiden Republik tentang kunjungan saya ke Roma bertemu dan memberi selamat kepada Paus Leo XIV. Karena, saat ke Roma saya mewakili Kepala Negara kita. Maka sekarang saya datang untuk memberi tahu kepada Presiden Republik,” katanya.
Dikatakan, dalam kunjungannya ke Roma, untuk mewakili Negara Timor-Leste berpartisipasi dalam misa pelantikan kepausan Paus Leo XIV, di Basilika Santo Petrus, Roma – Vatikan, pada tanggal 18 Mei 2025.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz




