DILI, 10 Juni 2025 (TATOLI)— Lembaga Perlindungan Hak Anak (INDDICA) dan UNICEF (Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa) melakukan Konsultasi Nasional tentang Rencana Regional untuk Mengakhiri Kekerasan terhadap Anak (EVAC) dan Mengakhiri Pelecehan dan Eksploitasi Daring (COEA) pada anak.
Konsultasi Nasional yang digelar UNICEF dan Lembaga Perlindungan Hak Anak (INDDICA – Instituto para a Defesa dos Direitos da Criança) di di Timor Plaza Dili, selasa ini, menandai langkah penting dalam komitmen kolektif Timor-Leste untuk mengadopsi dan melaksanakan Rencana Aksi Regional ASEAN tentang Penghapusan Kekerasan terhadap Anak, sebagai bagian dari 10 komitmen yang telah disampaikan Timor-Leste dan juga memperkuat upaya perlindungan anak di tingkat nasional dan digital.
Perwakilan UNICEF di Timor-Leste, Patrizia DiGiovanni dalam sambutannya pada Konsultasi Nasional itu meminta untuk melindungi anak-anak dari segala bentuk kekerasan diantaranya ekploitaitasi dan cyberbullying (kekerasan di dunia digital).
Dikatakan, Konsultasi Nasional, ini mempertemukan anggota utama dari seluruh pemerintahan, masyarakat sipil, dan mitra pembangunan untuk merenungkan bagaimana dapat memperkuat upaya kolektif dalam melindungi anak-anak baik dari eksploitasi maupun kekerasaan online.
“Konsultasi ini merupakan langkah kunci dalam kontribusi Timor-Leste terhadap Tinjauan Akhir Jangka Panjang Rencana Aksi Regional ASEAN tentang Penghapusan Kekerasan terhadap Anak dan Perlindungan Anak dari Eksploitasi dan Pelecehan online. Hal ini juga terjadi pada momen bersejarah, karena Timor-Leste bersiap menjadi anggota penuh ASEAN pada Oktober mendatang. Ini merupakan sebuah tonggak sejarah yang akan semakin memperkuat kolaborasi regional dalam perlindungan anak,” kata Patrizia DiGiovanni.
Dijelaskan, sebagai anggota ASEAN yang akan datang, Konsultasi Nasional ini memberikan dasar penting tentang situasi dan kemajuan dalam mengakhiri kekerasan terhadap anak dan melindungi anak secara daring. Hal ini dapat digunakan untuk menginformasikan perencanaan nasional dan regional untuk mengakhiri kekerasan terhadap anak, termasuk secara daring.
“UNICEF bangga mendukung proses ini, secara teknis dan finansial. Bekerjasama dengan Pemerintah dan mitra lainnya. Pekerjaan kami di Timor-Leste difokuskan pada penguatan sistem perlindungan anak nasional. Kami juga bekerja sama dengan mitra untuk mengatasi risiko yang muncul, termasuk yang ada di ruang digital, dan untuk memastikan bahwa hak anak ditegakkan di setiap lingkungan,” katanya.
Dikatakan, Konsultasi khusus dengan anak-anak dan kaum muda, juga akan diselenggarakan oleh INDDICA, dan dijadwalkan akan berlangsung secara terpisah. UNICEF dengan senang hati mendukung hal ini.
Ia juga mengatakan, untuk mengakhiri kekerasan terhadap anak, Timor-Leste telah menunjukkan komitmen kuat dalam mengakhiri kekerasan dalam segala bentuk. Pengembangan Rencana Aksi Nasional untuk Mengakhiri Kekerasan terhadap Anak, yang diinformasikan dalam diskusi hari ini dan konsultasi pemuda akan dijadwalkan dan menjadi langkah yang besar.
Di tempat yang sama, Ketua INDDICA, Diniorah Granadeiro mengatakan Konsultasi Nasional ini dilakukan untuk menyelaraskan program INDDICA dengan ASEAN dalam mengakhiri kekerasan terhadap anak dalam segala bentuknya.
Dia mengatakan, untuk memerangi kekerasan terhadap anak secara efektif, diperlukan pendekatan multi-aspek, meliputi tindakan hukum, sosial, dan individu. Ini termasuk memperkuat hukum dan penegakkan hukum, mempromosikan pola asuh positif, menciptakan perlingkungan yang aman, dan menyediakan layanan dukungan yang komprehensif.
“Sudah saatnya kita bekerja sama untuk menyiapkan mekanisme yang baik bagaimana mendidik masyarakat dan komunitas kita untuk menggunakan internet dengan bertanggung jawab guna memastikan anak-anak kita terhindar dari kekerasan daring,” jelasnya.
Ia mengatakan Timor – Leste juga memiliki rencana aksi dalam menyelaraskan 10 komitmen sebagai prioritas utama untuk menghapus kekerasan terhadap anak di negara ini.
Konsultasi Nasional tersebut memberikan kesempatan untuk merefleksikan dan berkontribusi pada revisi akhir Rencana Regional, dengan memastikan relevansi dan efektif dalam konteks nasional Timor-Leste untuk menghapus kekerasan terhadap anak di negara ini.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz




