DILIl, 26 Mei 2025 (TATOLI)–- Timor-Leste menyatakan keyakinannya akan diterima sebagai anggota penuh ASEAN pada bulan Oktober akhir tahun ini, yang dipandang sebagai waktu memungkinkan untuk pencapaian tersebut.
Dikutip dari BERNAMA (26/05), Perdana Menteri Xanana Gusmão menyatakan keyakinannya terhadap proses tersebut dan mengatakan Timor-Leste telah membuat kemajuan signifikan dalam memenuhi kriteria yang ditetapkan.
“Kami berharap proses ini dapat selesai pada akhir tahun, mungkin pada bulan Oktober, mengingat adanya dukungan luas dari negara-negara anggota ASEAN. Kami sudah berupaya maksimal dan memenuhi sebagian besar persyaratan yang ditetapkan. Tentu masih ada satu, dua, tiga lagi yang akan kami kerjakan,” ujarnya kepada wartawan sebelum menghadiri pertemuan tingkat tinggi ASEAN-AIPA (ASEAN Inter-Parliamentary Assembly) ke-14 yang bertepatan dengan KTT ASEAN ke-46 hari ini.
Timor-Leste, yang pertama kali mengajukan permohonan untuk bergabung dengan ASEAN pada tahun 2011, diberikan status pengamat pada pertemuan tingkat tinggi pada tahun 2022. Namun, proses integrasi penuh masih dalam penilaian.
Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Timor-Leste, Bendito dos Santos Freitas kemarin (25/05) mengatakan partisipasi penuh di ASEAN tidak hanya penting dalam hal manfaat ekonomi, tetapi juga untuk memperkuat suara Timor-Leste di tingkat regional.
“Keanggotaan penuh sangat penting bagi negara kecil dengan jumlah penduduk 1,4 juta jiwa ini, tidak hanya dari segi ekonomi, tetapi juga karena letaknya yang strategis di antara Indonesia dan Australia, sejalan dengan visi ASEAN tentang Indo-Pasifik,” ujarnya.
Reporter : Cidali Fátima
Editor : Armandina Moniz




