iklan

EKONOMI, HEADLINE

Kunjungi Kelompok LENUK TASI, Tilley soroti peran generasi muda hadapi perubahan iklim

Kunjungi Kelompok LENUK TASI, Tilley soroti peran generasi muda hadapi perubahan iklim

Duta Besar Australia untuk Perubahan Iklim, Kristin Tilley, bersama Duta Besar Timor-Leste untuk Seni, Budaya dan Lingkungan Hidup, Ego Lemos dan Direktur CARE, Peter Goodfellow mengunjungi Kelompok LENUK TASI di Desa Ulmera, Kotamadya Liquiça. Foto Tatoli/Cidalia Fatima

LIQUIÇA, 12 Mei 2025 (TATOLI) — Duta Besar Australia untuk Perubahan Iklim Australia, Kristin Tilley, melakukan kunjungan khusus ke Kelompok LENUK TASI, komunitas pemuda yang berfokus pada penyelamatan dan konservasi penyu laut, yang berlokasi di Desa Ulmera, Kotamadya Liquiça, Timor-Leste.

Dalam kunjungan tersebut, Tilley menyampaikan apresiasi tinggi terhadap keterlibatan generasi muda dalam merespons tantangan perubahan iklim serta peran aktif mereka dalam menjaga kelestarian ekosistem laut.

“Ini merupakan kesempatan luar biasa untuk melihat langsung pekerjaan hebat yang sedang berlangsung di sini. LENUK TASI patut diberi apresiasi karena telah menggabungkan riset mahasiswa, semangat relawan, dan visi konservasi untuk melestarikan populasi penyu laut di tengah tekanan perubahan iklim,” ujar Tilley dalam wawancara pada Senin ini.

Kelompok LENUK TASI dibentuk pada tahun 2022 dan mulai aktif pada 2023. Kelompok ini digagas oleh mahasiswa Jurusan Perikanan dan Ilmu Kelautan dari Universitas Nasional Timor-Leste (UNTL), bersama pemuda lokal yang memiliki kepedulian terhadap kelangsungan hidup keanekaragaman hayati laut. Saat ini, kelompok tersebut terdiri dari 17 anggota aktif yang bekerja secara sukarela.

Dalam sambutannya, Dubes Tilley menyoroti pentingnya pendekatan ilmiah dan kolaboratif dalam menghadapi dampak perubahan iklim terhadap spesies laut. Ia menyebutkan bahwa perubahan suhu laut memengaruhi jenis kelamin penyu, serta kerusakan habitat dan pencemaran plastik menjadi ancaman serius bagi populasi penyu.

“Saya sangat terinspirasi oleh cara generasi muda di sini berpikir, peduli, dan menjadi bagian dari solusi. Dunia yang kita hadapi ke depan akan berdampak besar pada generasi mereka, dan mereka telah membuktikan diri sebagai agen perubahan,” katanya.

Perwakilan Kelompok LENUK TASI, Domingos Xaier, menyampaikan bahwa sejauh ini mereka telah berhasil melepaskan sekitar 5.000 anak penyu ke laut. Telur-telur penyu dikumpulkan dari pesisir pantai antara Dili hingga Loes dan ditetaskan di Pusat Penyelamatan dan Konservasi Penyu Laut.

“Kami adalah kelompok muda yang peduli pada kelangsungan hidup penyu. Dengan kehadiran Duta Besar Australia, kami semakin termotivasi untuk terus mengembangkan misi ini. Tiga spesies penyu yang berhasil kami identifikasi adalah Green Turtle, Olive Ridley, dan Hawksbill,” jelas Domingos.

Upaya konservasi yang dilakukan tidak hanya terfokus pada penyelamatan fisik penyu, tetapi juga mencakup edukasi masyarakat, advokasi perlindungan penyu, pembangunan pusat penelitian, dan promosi ekowisata berbasis pelestarian lingkungan.

Kunjungan ini turut didampingi oleh CARE International Timor-Leste, salah satu mitra pendukung utama kegiatan LENUK TASI.

Country Director CARE, Peter Goodfellow, menilai kehadiran Duta Besar Tilley membawa pengaruh penting dalam menyebarkan pesan tentang urgensi perubahan iklim ke seluruh pelosok Timor-Leste.

“Kunjungan ini merupakan momen kuat untuk meningkatkan kesadaran publik, dan kehadiran Dubes Tilley membantu menyampaikan pesan perubahan iklim kepada masyarakat di semua kotamadya,” kata Goodfellow.

Perubahan iklim yang semakin ekstrem telah menjadi ancaman nyata terhadap kelangsungan hidup penyu, mulai dari kenaikan suhu laut, abrasi pantai, hingga pencemaran plastik yang mengganggu proses bertelur dan tumbuh kembang penyu.

Sebagai penutup kunjungan, Kristin Tilley bersama Ego Lemos, Duta Seni, Budaya, dan Lingkungan Hidup Timor-Leste, serta Peter Goodfellow dan masyarakat sekitar turut melepaskan lebih dari 20 anak penyu berusia dua minggu ke laut lepas. Pelepasan ini menjadi simbol dari upaya pelestarian satwa laut dan bentuk nyata kolaborasi antarbangsa dalam menghadapi krisis iklim.

Reporter  : Cidalia Fátima

Editor      : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!