iklan

KESEHATAN, HEADLINE

Pemerintah luncurkan Kampanye Keluarga Berencana Nasional  

Pemerintah luncurkan Kampanye Keluarga Berencana Nasional  

Pemerintah Timor-Leste melalui Kementerian Kesehatan, secara resmi meluncurkan Kampanye Keluarga Berencana Nasional. Foto Kemenkes

DILI, 29 oktober 2024 (TATOLI)— Pemerintah Timor-Leste melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes), secara resmi meluncurkan Kampanye Keluarga Berencana Nasional dengan tujuan mempromosikan jarak kelahiran tiga tahun untuk mengurangi angka kematian pada ibu dan bayi.

Berdasarkan portal resmi pemerintah yang diakses Tatoli, menyebutkan acara peluncuran tersebut telah diselenggarakan pada 25 oktober ini, dan  dihadiri oleh Wakil Menteri Penguatan Kelembagaan Kesehatan, José dos Reis Magno, dan Wakil Menteri Operasi Rumah Sakit, Flavio Brandão Mendes de Araújo, serta perwakilan pemerintah, korps diplomatik, dan mitra internasional.

Dalam pidatonya, Wakil Menteri José dos Reis Magno mengatakan, bahwa data dari Survei Kesehatan Demografi 2016 menunjukkan angka kematian ibu sebesar 195 per 100.000 kelahiran hidup dan angka kematian bayi baru lahir sebesar 52 per 1.000 kelahiran hidup, salah satu yang tertinggi di Asia.

Untuk menjawab tantangan ini, jarak kelahiran tiga tahun merupakan strategi penting untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak.

” Kampanye yang bertema “Baik untuk Saya, Keluarga, Masyarakat dan Bangsa” ini mendapat dukungan teknis dan finansial dari Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFPA) dan Pemerintah Jepang,” tulis siaran pers tersebut.

Duta Besar Jepang di Timor-Leste, Tetsuya Kimura, mengatakan bahwa, Jepang akan tersebut berkomitmen mendukung kesehatan ibu dan anak di Timor-Leste.  “Meningkatkan kesehatan ibu sangat penting bagi kelangsungan hidup dan pertumbuhan anak-anak, dan kami telah berkomitmen pada upaya ini sejak tahun 2002,” tuturnya.

Sementara, Bruce Campbell, Perwakilan UNFPA di Timor-Leste, menekankan bahwa  dengan memberi jarak kelahiran tiga tahun sekali memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan gizi dan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak, serta mengurangi angka kematian bayi. Investasi ini mendorong masa depan yang lebih cerah bagi para ibu, anak-anak dan masyarakat.

Untuk melengkapi inisiatif di bidang kesehatan ibu dan anak, Kementerian Kesehatan, bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF, baru-baru ini menyelesaikan tinjauan komprehensif terhadap Program Perluasan Imunisasi (Expanded Programme on Immunisation/EPI) dan Surveilans Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (Vaccine Preventable Disease Surveillance/ VPD).

Tinjauan komprehensif terhadap Program Perluasan Imunisasi yang berlangsung sejak 14 hingga 25 oktober ini secara resmi ditutup dalam sebuah acara di Dili pada tanggal 25 Oktober, yang dihadiri oleh Menteri Kesehatan, Elia dos Reis Amaral, perwakilan WHO di Timor-Leste, Arvind Mathur, dan para mitra internasional lainnya.

Dalam acara tersebut, Menteri Elia menekankan bahwa vaksin telah memainkan peran sentral dalam meningkatkan kesehatan masyarakat di Timor-Leste, meningkatkan angka harapan hidup selama lebih dari satu dekade dan berkontribusi pada penghapusan penyakit seperti tetanus ibu dan bayi, polio, campak dan rubella.

Proses tinjauan ini menghasilkan rekomendasi strategis untuk memperkuat cakupan imunisasi dan pengawasan penyakit di seluruh negeri, termasuk pengenalan vaksin baru dan penguatan rantai dingin dan pengelolaan limbah.

Selain itu, di antara kegiatan Kementerian Kesehatan baru-baru ini adalah dua lokakarya yang diadakan minggu lalu, yang pertama, pada tanggal 25 Oktober, berfokus pada perencanaan pengadaan obat-obatan dan produk medis, yang diselenggarakan oleh Direktorat Farmasi dan Produk Medis Nasional dengan dukungan dari Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT), dan kedua, yang diselenggarakan pada tanggal 28 Oktober, berfokus pada Evaluasi Eksternal Bersama terhadap 19 bidang teknis peraturan kesehatan internasional.

Kedua acara tersebut dihadiri oleh Wakil Menteri Penguatan Kelembagaan Kesehatan, José dos Reis Magno, dan bertujuan untuk meningkatkan proses pengadaan dan memperkuat kapasitas tanggap darurat kesehatan masyarakat di Timor-Leste.

TATOLI

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!