DILI, 18 juli 2024 (TATOLI)– Sekretariat Negara untuk Pelatihan Kejuruan dan Ketenagakerjaan (SEFOPE) telah mengumumkan untuk tidak membuka lagi pendaftaran baru pada tahun 2024 untuk PALM Scheme (Pacific Australia Labour Mobility/ Mobilitas Tenaga Kerja Pasifik-Australia), setelah umumkan hasil ujian PALM Scheme untuk 50,767 peserta.
Hal ini disampaikkan langsung oleh Direktur Jenderal SEFOPE, Carlito do Rosario Cabral usai mengumumkan hasil ujian PALM Scheme untuk 50,767 peserta, rabu kemarin di kantor SEFOPE, Caicoli.
“Jadi untuk tahun ini kita tidak akan membuka pendaftaran baru sebelum kita memberikan kesempatan bagi mereka yang sekarang sudah mendaftar dan lolos ujian,” jelas Direktur Carlito.
Berita terkait : Hasil ujian PALM Scheme Australia : 34 ribu orang butuh latih ulang bahasa Inggris
Direktur Jenderal SEFOPE menegaskan keputusan tersebut diambil untuk memberikan kesempatan lebih baik bagi mereka yang sudah terdaftar di sistem Work Ready Pool.
“Tahun lalu SEFOPE membuka pendaftaran secara online dan telah menyelesaikan proses awal untuk ujian seleksi, selanjutnya tergantung pada perusahaan yang ingin merekrut dan mewawancarai langsung para calon tenaga kerja, kewajiban kita (SEFOPE) hanya sampai disini selanjutnya diberikan kepada para perusahaan dari Australia,” katanya.
Ia menjelaskan melalui upaya dari SEFOPE, Kedutaan Besar Timor-Leste di Australai dan Atase Kerja saat ini sudah ada 203 perusahaan dari PALM Scheme yang siap untuk menerima tenaga kerja dari Timor-Leste.
Diketahui, Pemerintah Timor-Leste sejak 2012 telah aktif mengirim tenaga kerja dalam negeri melalui program Seazonal Worker Program (SWP) diikuti dengan Pacific Labour Scheme (PLS) pada 2019 dan PALM Scheme pada 2022.
Pada 2023, Timor-Leste telah mengirim 4,582 tenaga kerja (3,142 laki-laki, 1,440 perempuan) dimana 2,221 tenaga kerja adalah mereka yang dipilih kembali oleh perusahaan setelah sebelumnya sudah bekerja disana. Jumlah ini juga dibagi untuk dua program long term jobs berjumlah 581 orang dan short term jobs berjumlah 12,063 orang.
Berita terkait : Targetkan seminggu, SEFOPE mulai koreksi bahan ujian PALM Scheme Australia
PALM Scheme adalah sebuah inisiatif dari pemerintah Australia yang mengizinkan warga negara dari negara-negara Kepulauan Pasifik, termasuk Timor Leste, untuk bekerja sementara di Australia.
Skema ini bertujuan untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja di berbagai industri di Australia sekaligus memberikan peluang ekonomi bagi tenaga kerja dari kawasan Pasifik.
Dalam kasus Timor-Leste, implementasi PALM Scheme melibatkan beberapa langkah utama mulai dari Proses Seleksi, Pelatihan dan Persiapan, Penempatan di Industri Australia, Layanan Dukungan dan Layanan Dukungan.
Tenaga kerja Timor-Leste yang ingin berpartisipasi dalam PALM Scheme harus melalui proses seleksi. Proses ini mungkin melibatkan pemenuhan kriteria tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah Australia dan Timor-Leste, seperti persyaratan usia, penilaian keterampilan, dan pemeriksaan kesehatan.
Setelah dipilih dan dipersiapkan, tenaga kerja Timor-Leste kemudian ditempatkan di berbagai industri di Australia yang membutuhkan tenaga kerja. Industri ini dapat berkisar dari pertanian dan hortikultura hingga perhotelan dan perawatan lansia.
Selama berada di Australia, para peserta PALM Scheme menerima layanan dukungan untuk memastikan kesejahteraan dan integrasi mereka ke dalam dunia kerja. Layanan ini dapat mencakup akses ke layanan kesehatan, bantuan akomodasi, dan perawatan pastoral yang berkelanjutan.
Melalui partisipasi mereka dalam PALM Scheme, tenaga kerja Timor-Leste memiliki kesempatan untuk mendapatkan penghasilan di Australia yang dapat mereka kirimkan kembali dalam bentuk remitansi untuk membantu keluarga mereka di Timor-Leste. Hal ini berkontribusi pada pembangunan ekonomi kedua negara.
Berita terkait : KAK – PDHJ – KFP akan awasi koreksi bahan ujian PALM Scheme Australia
Sesuai data dari BCTL untuk SEFOPE, remitansi dari tenaga kerja sejak tahun 2014 sampai 2023 berjumlah $76,634,639.22. Angka ini dinilai signifikan mengingat jumlah tenaga kerja yang dikirim ke Australia sejak 2012 sampai 2023 berjumlah 13.295 orang (9,376 laki-laki, 3,919 perempuan).
Meskipun begitu, jumlah tenaga kerja yang keluar dari sistem Work Ready Pool di Australia sendiri berjumlah 824 orang dengan angka tertinggi dari kotamadya Dili, Ermera, Bobonaro, Lautém dan Baucau.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




