DILI, 05 Juni 2026 (TATOLI)– Pemerintah Timor-Leste secara resmi meluncurkan Portal Ekonomi Biru (Blue Economy Website) pada Jumat, bertepatan dengan peringatan pertama Hari Nasional Laut dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, sebagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola sumber daya laut, mendorong investasi maritim, serta mendukung diversifikasi ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Portal yang dapat diakses melalui economiaazul.gov.tl tersebut diluncurkan dalam sebuah seremoni di Aula Besar Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama (MNEK), Dili, yang dihadiri anggota pemerintah, korps diplomatik, mitra pembangunan, pelaku usaha, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan komunitas pesisir.
Kepala Eksekutif Land and Maritime Boundary Office (LMBO), Elizabeth Exposto, mengatakan peluncuran portal tersebut menandai dimulainya babak baru dalam implementasi agenda Ekonomi Biru Timor-Leste.
Menurutnya, momentum peluncuran portal menjadi semakin bermakna karena dilakukan bersamaan dengan perayaan Hari Nasional Laut yang untuk pertama kalinya diperingati di Timor-Leste.
“Hari ini kita merayakan Hari Nasional Laut. Momentum ini bertujuan meningkatkan kesadaran tentang kekayaan keanekaragaman hayati laut Timor-Leste, ruang maritim kita, serta tantangan yang dihadapi lautan dan ekosistem kita,” kata Elizabeth.
Ia menjelaskan bahwa sejak 2019, ketika Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmão ditunjuk sebagai Perwakilan Khusus Pemerintah untuk Ekonomi Biru, pemerintah telah memiliki ambisi untuk membangun sebuah platform yang mampu memperkenalkan potensi laut Timor-Leste kepada khalayak yang lebih luas.
Elizabeth mengatakan LMBO selama ini menjalankan dua misi utama, yakni mendukung pelaksanaan hak-hak kedaulatan Timor-Leste atas wilayah maritimnya sesuai hukum internasional, termasuk kerja sama maritim dengan Australia dan Indonesia, serta mempromosikan pengetahuan, konservasi, dan apresiasi terhadap sumber daya laut melalui berbagai inisiatif dan kampanye publik.
Ia menambahkan bahwa dengan disetujuinya Kebijakan dan Rencana Aksi Ekonomi Laut yang Tangguh dan Berkelanjutan, pemerintah kini memiliki arah strategis yang jelas untuk mengubah potensi kelautan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.
“Portal ini dirancang untuk menyediakan informasi secara jelas, mudah diakses, dan bertanggung jawab sehingga masyarakat dapat memahami, memanfaatkan, dan berpartisipasi dalam pembangunan berkelanjutan Timor-Leste,” ujarnya.
Portal tersebut saat ini tersedia dalam bahasa Portugis dan Inggris, sementara versi bahasa Tetum akan segera ditambahkan untuk memperluas akses informasi bagi masyarakat.
Sementara itu, Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão mengatakan peluncuran Portal Ekonomi Biru merupakan langkah nyata dalam mengubah kekayaan laut dan maritim Timor-Leste menjadi sumber pembangunan yang memberikan manfaat bagi seluruh rakyat.
“Dengan peluncuran resmi Portal Ekonomi Biru, kita mengambil satu langkah konkret lagi untuk mentransformasikan kekayaan laut dan maritim kita menjadi pembangunan berkelanjutan bagi seluruh rakyat Timor-Leste,” kata Xanana.
Menurutnya, Timor-Leste merupakan negara yang diberkahi dengan laut yang kaya akan keanekaragaman hayati, sumber daya perikanan, potensi pariwisata, dan sumber daya energi. Namun, sumber daya tersebut hanya dapat memberikan manfaat apabila dikelola dengan pengetahuan ilmiah, kearifan lokal, transparansi, dan visi jangka panjang.
Perdana Menteri menjelaskan portal tersebut dibangun untuk menghimpun dan menyediakan data serta informasi mengenai ruang maritim Timor-Leste, mendukung penyusunan dan pemantauan kebijakan publik, serta memperkuat kerja sama antara pemerintah, sektor swasta, lembaga penelitian, mitra internasional, organisasi non-pemerintah, masyarakat pesisir, dan warga negara.
Ia menilai portal tersebut akan menjadi alat strategis untuk melindungi lingkungan laut, meningkatkan literasi kelautan dan budaya maritim, merencanakan investasi, serta menciptakan lapangan kerja yang layak, khususnya bagi generasi muda, perempuan, dan masyarakat yang kehidupannya bergantung pada laut.
“Kami ingin menciptakan kemakmuran tanpa merusak ekosistem laut. Kami ingin berinovasi dan memanfaatkan teknologi tanpa mengabaikan adat istiadat dan tradisi. Kami juga ingin menjalankan kedaulatan penuh atas ruang maritim nasional sambil tetap terbuka terhadap integrasi regional dan global,” tegasnya.
Berdasarkan informasi yang tersedia di portal Economia Azul, platform tersebut berfungsi sebagai pusat data dan informasi nasional yang mengintegrasikan berbagai sektor ekonomi kelautan, termasuk perikanan dan akuakultur, pariwisata bahari, konservasi laut, tata ruang maritim, penelitian ilmiah, peluang investasi, serta kebijakan dan program pemerintah terkait ekonomi biru.
Portal itu juga menyediakan informasi mengenai batas maritim Timor-Leste, sumber daya kelautan, proyek-proyek strategis, serta berbagai dokumen kebijakan yang mendukung implementasi Kebijakan Ekonomi Biru Timor-Leste 2025–2035.
Pemerintah berharap portal tersebut dapat menjadi sumber informasi terpercaya bagi peneliti, mahasiswa, pelaku usaha, investor, dan masyarakat luas, sekaligus mendorong partisipasi publik dalam pembangunan ekonomi biru yang inklusif dan berkelanjutan.
Xanana menegaskan bahwa portal tersebut juga merupakan simbol tata kelola pemerintahan yang baik karena menyediakan informasi yang jelas dan mudah diakses, mendorong transparansi, serta meningkatkan akuntabilitas dalam pengelolaan sumber daya publik dan sumber daya alam laut.
Ia mengajak seluruh kementerian, lembaga, mitra pembangunan, akademisi, dan masyarakat untuk terus memperbarui serta memanfaatkan platform tersebut agar dapat berkembang menjadi pusat pengetahuan maritim nasional.
“Ekonomi Biru harus menjadi penggerak pembangunan Timor-Leste bagi generasi saat ini maupun generasi yang akan datang,” kata Perdana Menteri.
Reporter: Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




