iklan

KESEHATAN, HEADLINE

Juli, 5.000 botol kecil obat NAPZA segera tiba di Timor-Leste  

Juli, 5.000 botol kecil obat NAPZA segera tiba di Timor-Leste  

Foto spesial

DILI, 19 juni 2024 (TATOLI)— Sebanyak 5.000 botol kecil obat jenis NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan bahan Zat Adiktif), akan segera tiba di Timor-Leste pada juli mendatang.

Demikian hal itu diutarakan Direktur Pengadaan di Institut Nasional Farmasi dan Produk medis (INFPM), Mariano da Silva Marques, dalam konferensi pers yang diadakan di kantor INFPM, Kampung Alor, Dili, rabu ini.

Ia menjelaskan,  bahwa proses pengadaan telah dimulai pada februari lalu,  tetapi tergantung pada negara yang memproduksi NAPZA dan biasanya membutuhkan waktu tiga bulan. Selain itu obat NAPZA seperti morfin dibeli dari Kimia Farma di Indonesia dan ada yang dipasok dari Malaysia.

Berita terkait : HNGV alami stockout obat sebesar 11%

“Kuota kami adalah lima ribu botol kecil NAPZA. Namun, dalam kasus darurat, kami telah membeli 500 botol yang sudah digunakan. Kuantitas ini akan mencukupi selama beberapa tahun,” kata Direktur Mariano da Silva Marques.

Direktur Mariano  juga  memastikan bahwa INFPM telah menandatangani kontrak dengan produsen untuk membeli NAPZA secara berkelanjutan.

Di tempat yang sama, Direktur Layanan Diagnostik dan Terapeutik di Rumah Sakit Nasional Guido Valadares (HNGV), Vidal de Jesus Lopes, mengakui bahwa ketersediaan obat NAPZA  sangat sedikit dan tidak tersedia di rumah sakit rujukan dalam menangani kasus-kasus gawat darurat.

Menurutnya,  NAPZA adalah jenis obat yang digunakan oleh ahli bedah dan profesional kesehatan untuk meredakan rasa sakit pasien.

“Kami mencoba untuk menyelesaikan masalah persediaan terlebih dahulu. Rumah sakit rejukan yang memiliki persediaan sedikit, membantu kami di Rumah Sakit Nasional (HNGV),” tutur Vidal de Jesus Lopes.

Dia juga menekankan bahwa stok obat yang habis di HNGV mencapai 11%, termasuk obat penting, vital dan diperlukan termasuk obat jenis NAPZA.

Sementara, menurut laman resmi Health Promoting University (HPU) Universitas Gadjah Mada menyebutkan, NAPZA merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan bahan Zat Adiktif. NAPZA dibagi menjadi tiga jenis yaitu :

  1. Narkotika merupakan jenis NAPZA yang pertama. Narkotika merupakan zat atau obat yang berasal dari tanaman dan organisme lainnya, baik secara sintetis maupun semi sintetis. Narkotika dapat mengakibatkan penurunan kesadaran sehingga biasanya digunakan untuk mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri dalam dunia medis.
  1. Psikotropika merupakan jenis lain dari NAPZA. Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis yang tidak termasuk narkotika dan memiliki khasiat psikoaktif. Psikotropika mempengaruhi susunan saraf pusat yang mengakibatkan perubahan perilaku dan aktivitas mental. Terdapat beberapa golongan psikotropika
  1. Zat Adiktif juga merupakan jenis terakhir dari NAPZA. Zat adiktif adalah zat yang berpengaruh secara psikoaktif diluar zat narkotika dan psikotropika. Zat adiktif meliputi hal-hal seperti, alkohol dan Inhalasi. Alkohol adalah salah satu zat adiktif. Alkohol mengandung etanol etil yang mampu menekan susunan saraf pusat. Terdapat tiga jenis minuman beralkohol. Sementara, Inhalasi merupakan zat berwujud gas atau solven (zat pelarut) yang mudah menguap. Inhalasi terdapat pada benda-benda yang dipakai sehari-hari di rumah, kantor dan sebagainya.

Ketiga istilah tersebut mengacu pada kelompok senyawa yang dapat menyebabkan kecanduan. Contoh dari narkotika adalah opium, codein dan LSD. Kemudian jenis psikotropika diantaranya ada ekstasi, demerol, dan sabu-sabu. Sementara itu contoh dari zat adiktif adalah kafein, alkohol, dan nikotin.

Menurut laman resmi itu juga  menyebutkan, sebenarnya NAPZA memiliki dua sisi, yaitu sisi baik yang sangat bermanfaat dan sisi buruk bila disalahgunakan.

Manfaat dari NAPZA banyak dipakai untuk kepentingan pengobatan, misalnya penggunaan morfin yang dapat menghilangkan rasa nyeri dan kokain yang digunakan sebagai anestetik (obat bius)  lokal pada pembedahan mata, hidung, dan tenggorokan.

Reportre : Mirandolina Barros Soares

Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!