iklan

KESEHATAN, HEADLINE

Pemerintah Timor-Leste keluarkan aturan cegah penyebaran virus rabies

Pemerintah Timor-Leste keluarkan aturan cegah penyebaran virus rabies

Foto google

DILI, 09 april 2024 (TATOLI)—Pemerintah Timor-Leste melalui Sekretariat Negara urusan Peternakan bersama mitranya mengeluarkan aturan baru sebagai tindakan pencegahan dan pengendalian virus rabies di dalam negeri.

“Aturan ini dengan mempertimbangkan masuknya virus rabies ke Timor- Leste. Dimana, virus yang menyebabkan kematian seorang warga negara Timor-Leste di Daerah Administratif Spesial Oe-Cusse Ambeno (RAEOA), sebagai akibat dari gigitan anjing yang positif rabies, dan untuk mencegah dan mengurangi penyakit ini di kalangan masyarakat,” ungkap siaran pers yang diakses Tatoli.

Berita terkait :Satu orang meninggal terjangkit penyakit rabies di Timor-Leste

Sekretariat Negara urusan Peternakan bersama dengan Kementerian Administrasi Negara bekerja, melalui Ketua Otoritas Kota (Otoritas Lokal, Pemimpin Masyarakat), Kementerian Kesehatan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kepolisian Nasional Timor-Leste (PNTL), untuk mengontrol dan memperhatikan situasi ini, untuk mencegah dan mengurangi wabah ini.

Karena itu, berdasarkan pasal 3 (d) dan e)), pasal 5, nomor 1 (a) dan c)) dan nomor 2, dan pasal 7, 9 dan 10 dari Keputusan aturan hukum No. 12/2014, tanggal 14 Mei, tentang Pembatasan Pergerakan Hewan di Daerah Perkotaan, dengan instruksi berikut ini yaitu :

  1. Dilarang keras meninggalkan hewan, yaitu anjing, kucing dan monyet, di tempat umum di seluruh wilayah Timor-Leste
  1. Masyarakat yang memiliki anjing, kucing dan monyet dihimbau untuk diikat dan tidak dibiarkan bebas, terutama yang tinggal di dekat perbatasan, seperti di kotamadya Bobonaro, Covalima, RAEOA dan Dili, dengan demikian membatasi hewan-hewan tersebut untuk bergerak bebas di dalam masyarakat
  1. Dilarang mengangkut hewan, yaitu anjing, dari kotamadya Bobonaro, Covalima dan RAEOA ke kotamadya lain (melalui darat, udara atau laut), untuk mencegah penyebaran virus ke kotamadya lain
  1. Setiap orang diminta untuk bekerja sama dengan tim vaksinasi untuk memvaksinasi anjing, kucing, dan monyet

Berita terkait :Penyakit rabies semakin meningkat, Kemenkes imbau masyarakat waspada  

Jika tidak mematuhi peraturan yang disebutkan di atas, dan jika ada orang yang digigit oleh hewan-hewan tersebut (anjing, kucing, dan monyet), maka pemiliknya akan bertanggung jawab, sesuai dengan Peraturan Daerah yang telah disebutkan di atas. 

Reporter : Cidalia Fátima

Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!