Pemerintah Timor-Leste setujui ratifikasi aksesi Konvensi Den Haag

DILI, 14 maret 2024 (TATOLI)— Pemerintah Timor-Leste melalui rapat Dewan Menteri menyetujui rancangan Resolusi Parlemen Nasional, yang disampaikan oleh Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão, mengenai ratifikasi, untuk aksesi, Konvensi Penyelesaian Damai atas Sengketa Internasional (Pacific Settlement of International Disputes), yang disepakati di Den Haag pada 18 Oktober 1907.
Konvensi-konvensi Den Haag adalah dua perjanjian internasional sebagai hasil perundingan yang dilakukan dalam konferensi-konferensi perdamaian internasional di Den Haag, Belanda yaitu, Konvensi Den Haag Pertama (1899) dan Konvensi Den Haag Kedua (1907).
“Konvensi ini, yang awalnya dibuat pada 29 Juli 1899 dan kemudian direvisi pada tahun 1907, yang merupakan sebuah perjanjian internasional yang bertujuan untuk membuat pedoman dan mekanisme dalam penyelesaian sengketa secara damai antara negara-negara. Tujuannya, untuk mempromosikan perdamaian dan keamanan internasional, mencegah konflik bersenjata, dan mencari solusi yang konsensual untuk perbedaan antar negara,” ungkap laman resmi yang diakses Tatoli.
Selain menegaskan kembali komitmen nasional terhadap penyelesaian sengketa dan konflik secara damai, dengan bergabung dengan Konvensi ini, Timor-Leste ikut serta dalam perayaan ulang tahun ke-125 Mahkamah Arbitrase Permanen Internasional atau Permanent Court of Arbitration (PCA).
PCA didirikan oleh Konvensi 1899, dengan tujuan untuk berkontribusi pada perdamaian umum dan penyelesaian sengketa internasional secara damai.
PCA telah memainkan peran penting dalam sejarah Timor-Leste, dan telah berfungsi seperti registrasi untuk konsiliasi wajib antara Timor-Leste dan Australia dalam konteks Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Hukum Laut, yang mengarah pada penandatanganan Perjanjian antara Republik Demokratik Timor-Leste dan Australia pada tahun 2018, yang menetapkan batas-batas laut di Laut Timor.
Sebagai anggota, Timor-Leste sekarang dapat menjadi tuan rumah Pengadilan Arbitrase Permanen.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

