iklan

INTERNASIONAL, KESEHATAN, HEADLINE

Jepang-Frontline sepakati hibah $557 ribu tingkatkan layanan kesehatan Ibu dan Anak

Jepang-Frontline sepakati hibah $557 ribu tingkatkan layanan kesehatan Ibu dan Anak

Duta Besar Jepang untuk Timor-Leste, Tetsuya Kimura dan Country Director Frontline, Yohei Kawaguchi menandatangani kontrak hibah senilai $557 ribu lebih untuk proyek peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak melalui peningkatan kapasitas dokter dan bidan di kotamadya Bobonaro. Foto Tatoli

DILI, 12 maret 2024 (TATOLI)— Pemerintah Jepang dan Frontline,  sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jepang menandatangani kontrak hibah senilai $557 ribu lebih untuk proyek peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak melalui peningkatan kapasitas dokter dan bidan di kotamadya Bobonaro.

Duta Besar Jepang untuk Timor-Leste, Tetsuya Kimura mengatakan proyek yang baru saja ditandatangani ini merupakan inisiatif baru dari LSM Frontline untuk mengimplementasikan peningkatan kapasitas bagi 35 dokter dan bidan di kota Bobonaro.

“Di Bobonaro, angka kematian ibu hamil dan angka kematian bayi lebih tinggi dari tingkat rata-rata nasional,” kata Dubes Tetsuya Kimura kepada para wartawan di Kedutaan Besar Jepang, senin ini.

Ia menambahkan melalui proyek baru ini ditargetkan 945 ibu hamil akan memiliki akses untuk melakukan pemeriksaan USG obstetri, lebih dari 35 praktisi kesehatan dan pejabat pemerintah akan mendapatkan manfaat dari peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak dan pengembangan kapasitas.

Selain itu diharapkan lebih dari 4.000 warga masyarakat termasuk anggota keluarga ibu hamil akan menerima pendidikan dalam menaikkan kesadaran, yang memberikan kontribusi pada penurunan angka kematian ibu.

“Pemerintah Timor-Leste baru-baru ini mengumumkan tiga bidang prioritas yaitu, pengembangan anak usia dini, nutrisi, dan pemberdayaan pemuda. Proyek tiga pilar ini adalah melalui kehamilan dan persalinan yang lebih aman. Proyek ini juga untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak,” jelasnya.

Berita terkait : Dubes Jepang-Frontline rayakan Hari Peringatan Kehamilan dan Kehilangan Bayi Sedunia  

Di tempat yang sama, Wakil Menteri Kesehatan untuk Penguatan Kelembagaan, José dos Reis Magno mengatakan program ini akan memberdayakan tenaga kesehatan Timor-Leste di puskesmas dan pos kesehatan di kotamadya Bobonaro.

Dengan demikian, mereka dapat mengimplementasikan program-program kesehatan untuk perempuan dan bayi.

“Kami prihatin, mitra kami juga prihatin dengan masalah kematian ibu dan bayi. Jepang adalah donor utama kami untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil dan bayi di Bobonaro,” katanya.

Country Director Frontline, Yohei Kawaguchi menyoroti bahwa proyek ini memberikan peningkatan kapasitas bagi 35 bidan untuk lebih memahami sistem USG. Proyek ini juga berencana untuk memasang panel surya di fasilitas medis di Kotamadya Bobonaro, sebagai sumber alternatif pasokan listrik untuk memberikan layanan berkualitas tinggi di fasilitas tersebut bahkan ketika listrik padam.

“Proyek ini akan membantu memastikan kesehatan ibu dan anak yang tinggal di daerah pedesaan. Frontline percaya bahwa proyek ini akan berkontribusi dalam mencapai hasil jangka panjang yang berkelanjutan untuk mengeliminasi kematian ibu yang dapat dicegah dan kelahiran mati dengan meningkatkan rangkaian perawatan dari perawatan kehamilan hingga perawatan pascakelahiran,” ucapnya.

Proyek ini didanai oleh Kedutaan Besar Jepang senilai $557,808. Dan, proyek tersebut akan dimulai pada mei hingga november 2024. 

Reporter  : Cidalia Fátima

Editor      : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!