DILI, 17 oktober 2023 (TATOLI)— Kedutaan Besar (Kedubes) Jepang di Timor-Leste bersama LSM Frontline merayakan Hari Peringatan Kehamilan dan Kehilangan Bayi atau Pregnancy and Infant Loss Remembrance Day di Kotamadya Ermera.
Hari Peringatan Kehamilan dan Kehilangan Bayi diperingati pada 15 oktober setiap tahunnya. Hari tersebut dirayakan untuk mengenang keberadaan buah hati yang sesingkat apapun keberadaannya di dunia bersama dengan orangtua di berbagai penjuru dunia.
Berdasarkan siaran pers yang diakses Tatoli, menyebutkan untuk memperingati Hari Peringatan Kehamilan dan Kehilangan Bayi, Kedubes Jepang di Timor-Leste bersama LSM Frontline telah menggelar Kampanye di 16 desa di Kotamadya Ermera sejak 04 september 2023 untuk meningkatkan kesadaran tentang kesehatan reproduksi di kalangan warga setempat.
Dubes Jepang di Timor-Leste Tetsuya Kimura juga menghadiri acara terakhir kampanye yang diadakan dalam rangka memperingati Hari Peringatan Kehamilan dan Kehilangan Bayi. Acara tersebut dihadiri juga Administrator Kotamadya Ermera, Eusébio Salsinha, Kepala Departemen Kesehatan Ibu dan Anak Kementerian Kesehatan, Augusta Amaral Lopes.
Kedubes Jepang yang bekerjasama dengan LSM Frontline telah melaksanakan proyek Peningkatan Kesehatan Reproduksi, Ibu, Bayi Baru Lahir, dan Anak (RMNCH) di Kotamadya Ermera. Dimana, Pemerintah Jepang mendukung anggaran agar dapat meningkatkan layanan dan kesadaran kesehatan reproduksi di kalangan penduduk Kotamadya Ermera sejak tahun 2021.
LSM Frontline memilih Ermera sebagai wilayah proyeknya karena tingginya angka kehamilan dan keguguran saat dalam keadaan hamil. Dimana, pada 2022, terdapat 55 bayi meninggal dunia dan terjadi 19 kasus keguguran di Ermera.
Sementara, pada 2021, Frontline membangun rumah Bersalin Puskesmas Guisarudu untuk mengurangi angka kematian ibu dan bayi serta meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan bagi warga setempat.
Dan, pada 2022, terdapat 288 ibu hamil melahirkan dan 495 ibu hamil yang mendapatkan pelayanan antenatal di rumah bersalin tersebut.
Selain itu, LSM Frontline juga menyediakan 29 mesin USG portabel ke pos-pos kesehatan di Ermera dan Institut Kesehatan Nasional (INS), dan sekaligus mengadakan pelatihan USG obstetri untuk pertama kalinya di Timor-Leste.
Frontline telah melatih 25 pekerja kesehatan di Ermera melalui proyek ini dan 10 di antaranya telah disertifikasi sebagai praktisi USG obstetri dan ginekologi oleh INS.
Melalui proyek ini, ada 4.000 perempuan hamil akan memiliki akses terhadap USG obstetri, dan lebih dari 35 petugas kesehatan dan pejabat pemerintah akan mendapatkan manfaat dari peningkatan kapasitas dan pengembangan sistem kesehatan.
Selain itu, ada lebih dari 100 relawan medis akan memperoleh pengetahuan tentang kehamilan dan persalinan yang aman, dan 16.000 anggota masyarakat akan meningkatkan kesadaran mereka terhadap kesehatan reproduksi termasuk pentingnya melakukan pemeriksaan ultrasonografi secara berkala melalui kampanye advokasi, sehingga dapat menurunkan angka kematian ibu dan anak yang dapat dicegah.
Dalam acara tersebut, Dubes Jepang, Kimura dalam sambutannya mengharapkan proyek tersebut bisa berjalan dengan baik.
“Proyek tiga tahun ini, kini memasuki tahun terakhir. Saya ingin mendorong Kementerian Kesehatan, INS dan Departemen Kesehatan Kota Ermera untuk memanfaatkan sepenuhnya ruma bersalin, mesin USG portabel dan pelatihan USG kebidanan selama bertahun-tahun. Saya berharap prestasi ini dapat dibagikan bahkan ke luar Kota Ermera,” harapnya.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz




