iklan

INTERNASIONAL, KESEHATAN, DILI, HEADLINE

Uji laboratorium, Kemenkes kirim lagi lima item obat ke Australia

Uji laboratorium, Kemenkes kirim lagi lima item obat ke Australia

Direktur Nasional Farmasi dan Obat-Obatan Kemenkes, Delfim da Costa Xavier Ferreira. Foto Tatoli/Francisco Sony

DILI, 07 agustus 2023 (TATOLI)— Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada 23 maret 2023 lalu mengirim lagi lima item obat untuk dilakukan uji laboratorium di Australia.

Kelima item obat yang dikirim lagi ke Australia adalah, Mooxyvec-500mg (amoxicillin Trihydrate 500mg) yang digunakan untuk pencegah antibiotik, Ferrous Sulfate 200mg (obat untuk  pasien yang mengalami anemia akibat kekurangan zat besi). Selanjutnya, Dawakoof Syrup 60ml (meredakan batuk), Bromicent syrup 60ml (meredakan gejala alergi) dan Paracetamol syrup 60ml.

Direktur Nasional Farmasi dan Obat-Obatan dari Kemenkes, Delfim da Costa Xavier Ferreira mengatakan, tahun ini pihaknya mengirim lagi lima item obat ke Australia untuk dilakukan tes laboratorium.

Berita terkait : Hasil uji obat Aspirin di laboratorium Australia tunjukkan tidak sesuai standar

“Obat-obat tersebut dibeli dari India, dan hasil dari tes laboratorium belum keluar. Kami masih berkoordinasi dengan Australia, karena bukan hanya Timor-Leste yang melakukan uji laboratorium di Pacific Testing Medicine Program, tetapi banyak yang antrian sehingga kita harus menunggu,” kata Direktur Delfim Ferreira pada Tatoli di kantornya, Caicoli Dili, senin ini.

Menurutnya, jika item obat tersebut dikategorikan darurat, maka pihak laboratorium di Australia akan memprioritaskan untuk segera dilakukan tes.

“Saya berharap dalam bulan ini, hasilnya sudah bisa kita ketahui. Khususnya, pada obat sirup untuk melihat apakah obat tersebut benar- benar mempunyai kualitas atau tidak untuk digunakan,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini bagian farmasi mengambil item obat dari Badan Penyimpanan Obat Obatan dan Peralatan Mediis (SAMES) karena kebanyakan produk tersebut dari India dan belum terdaftar di Pemerintah.

“Untuk di Klinik, obat tersebut terjamin karena kita telah melakukan evaluasi pada beberapa dokumen sedangkan di SAMES maioritas membeli obat dari India, kecuali mereka beli dari importir  lokal yang telah terdaftar,” tuturnya.

Berita terkait : Kontrol kualitas obat, Kemenkes jalin kerjasama dengan Indonesia dan Australia

Kementerian Kesehatan melalui bagian Farmasi melakukan uji laboratorium tersebut untuk menjamin kualitas obat yang belum terdaftar di Pemerintah dan yang dibeli dari luar negeri.

Reporter : Mirandolina Barros Soares

Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!