iklan

INTERNASIONAL, KESEHATAN, HEADLINE, SOSIAL INKLUSIF

Rumah Aman PRADET diresmikan, Jepang dukung $90 ribu

Rumah Aman PRADET diresmikan, Jepang dukung $90 ribu

Duta Besar Jepang untuk Timor-Leste, Tetsuya KIMURA, Menteri Kesehatan, Odete Maria Freitas Belo bersama PRADET meresmikan Rumah Aman di Bairru-Pite, Dili. Foto Tatoli/ Felicidade Ximenes

DILI, 16 maret 2023 (TATOLI)— Rumah Aman untuk memberikan pelayanan dan perlindungan kepada perempuan dan anak korban kekerasan dalam rumah tangga, dan pelecahan seksual didirikan PRADET dengan dukungan dana dari pemerintah Jepang senilai $90.895, diresmikan, rabu (15/03).

Peresmian Rumah Aman dilakukan oleh Duta Besar Jepang untuk Timor-Leste, Tetsuya KIMURA, Menteri Kesehatan, Odete Maria Freitas Belo, dan Sekretaris Negara untuk Pertanahan dan Properti (SEPS -tetun), Eldino Rodrigues dos Santos.

Direktur PRADET, Manuel dos Santos menginformasikan total dana $90,895 yang diberikan oleh Pemeirntah Jepang melalui kedutaanya di Timor-Leste. Dimana, $86,895 digunakan sepenuhnya untuk pembangunan infrastuktur, selain itu untuk tanah sepenuhnya milik Pemerintah Timor-Leste.

“Lebih dari 86.000 untuk konstruksi bangunan dan sebagiannya untuk melengkapi fasilitas serta meningkatkan pelayanan,” kata Direktur PRADET di kantor PRADET, Bairo-pite.

Berita terkait : PRADET daftar 393 korban kekerasan dari empat kotamadya

Selain itu, katanya, TAF (The Asia Foundation) melalui program Nabilan juga mendukung $35.000 untuk kontruksi dinding pelindung.

Sementara, Duta Besar TL untuk Jepang, Tetsuya Kimura, percaya bahwa Rumah Aman  ini akan memainkan peran yang sangat penting untuk melindungi dan merawat orang-orang dan membantu mereka menjalani kehidupan yang lebih aman dan terjamin.

“Pemerintah Jepang memberikan $90.895 kepada PRADET, untuk melaksanakan proyek ini. Pemerintah Jepang telah mempromosikan gagasan keamanan manusia,” jelas Dubes Tetsuya Kimura.

Dikatakan, klien yang datang ke Rumah Aman ini adalah mereka yang tidak dapat menjalani kehidupan yang aman dan terjamin serta menghadapi ketakutan seperti kekerasan dan penelantaran.

Menteri Kesehatan, Odete Maria Freitas Belo mengatakan Rumah Aman adalah tempat penampungan bagi perempuan dan anak yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga dan lainnya, untuk melindungi, merawat dan membantu memulihkan trauma para korban.

“Kita berterima kasih kepada Pemerintah Jepang karena dengan adanya Rumah Aman ini perempuan dan anak-anak yang mengalami kekerasan dan harus jauh dari keluarga bisa menjadikan tempat ini sebagai rumah. Karena, mereka harus menenangkan diri mereka serta pendapatkan perawatan secara fisik maupun mental,” ungkapnya.

Dijelaskan, fasilitas layanan ini merupakan Rumah Aman kedua bagi perempuan dan anak yang dibangun dengan dana dari Pemerintah Jepang dalam skema Grant Assistance for Grassroots Human Security Project (GGP). Sebelumnya pada 2016, Jepang dengan anggran yang sama telah mendukung PRADET untuk mendirikan Rumah Aman di kotamadya Baucau. 

Reporter   : Cidalia Fátima

Editor        : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!