iklan

POLITIK, INTERNASIONAL, DILI

Brasil rusuh, Presiden Horta turut prihatin

Brasil rusuh, Presiden Horta turut prihatin

Massa pendukung mantan Presiden Brasil, Jair Bolsonaro berunjuk rasa menentang Presiden Luiz Inacio Lula da Silva di luar gedung Kongres Nasional Brasil, Minggu (8/1/2023). Foto google

DILI, 09 januari 2023 (TATOLI)— Presiden Republik, José Ramos-Horta, turut prihatin atas situasi politik intervensi yang terjadi di Gedung Kongres Nasional Brasil, Mahkamah Agung dan istana Kepresidenan Brasil, oleh pendukung mantan Presiden Republik Federasi Brasil, Jair Bolsonaro.

Kerusuhan terjadi, saat para pendukung mantan Presiden Brasil, Jair Bolsonaro dilaporkan menyerbu kongres, mahkamah agung, dan mengepung istana kepresidenan pada Minggu (8/1/2023) waktu setempat. Aksi yang memicu kerusuhan ini terjadi hanya sepekan setelah pelantikan Presiden baru Negara itu, Lula da Silva.

“Dengan keprihatinan yang mendalam, saya memperhatikan peristiwa penyerangan yang sangat kejam, terhadap institusi demokrasi di Brasil, oleh pendukung mantan Presiden Bolsonaro, yang saat ini menjadi pengungsi di Amerika Serikat,” ungkap Kepala Negara  Horta, terkait dengan situasi politik di Brasil, melalui siaran pers yang diakses   Tatoli.

Menurut Kepala Negara, insiden tersebut identik dengan kejadian yang terjadi pada tahun 2021, di mana para pendukung mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyerbu Capitol, karena tidak menyetujui hasil pemilu yang mengukuhkan kemenangan Partai Demokrat dengan Presiden Amerika Serikat saat ini, Joe Biden.

“Ini mengingatkan saya pada serangan yang terjadi di Amerika Serikat, terhadap institusi demokrasi tertinggi dan paling simbolis di AS,” ujar Presiden.

Peraih Nobel Perdamaian itu  menyatakan, aksi kekerasaan di Brasil oleh pendukung mantan presiden tersebut harus diberikan sanksi.

“Ini adalah tindakan yang sangat berat, bagi negara-negara CPLP (Komunitas negara-negara berbahasa portugis), Uni Eropa, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan semua negara demokrasi di dunia, yang  harus menolak dan memberikan sanksi tanpa ragu-ragu,” ucap Horta.

Perlu diingat bahwa, Presiden Republik, Horta juga berpartisipasi pada upacara pelantikan Presiden Brasil saat in,i Luís Inácio Lula da Silva, yang dilakukan pada tanggal 01 Januari 2023.

Sementara itu, dalam laman resmi Liputan6 menyebutkan, untuk merespons kerusuhan itu, Presiden Lula da Silva memerintahkan penutupan pusat ibu kota, termasuk jalan utama di mana gedung-gedung pemerintahan berada, selama 24 jam. Media lokal melaporkan bahwa pasukan keamanan telah mengambil alih kembali wilayah tersebut, namun para pejabat belum mengonfirmasi hal ini.

Bolsonaro telah berulang kali menolak menerima kekalahannya dalam pemilu yang berlangsung pada Oktober 2022. Pekan lalu, ia memilih meninggalkan negara itu alih-alih mengambil bagian dalam upacara pelantikan Lula da Silva, di mana ia seharusnya menyerahkan selempang presiden yang ikonik.

Bolsonaro yang diyakini berada di Florida belum berkomentar terkait kerusuhan di dalam negeri.

Reporter : Mirandolina Barros Soares

Editor      : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!