iklan

INTERNASIONAL, KESEHATAN

142 tenaga kesehatan telah ikuti pelatihan EmONC  

142 tenaga kesehatan telah ikuti pelatihan EmONC   

Pelatih dari EmONC, Jose Antonio Gusmão Guterres. Foto/ Egas Cristovao

DILI, 29 november 2022 (TATOLI)— Sebanyak 142 tenaga kesehatan   terdiri dari bidan dan dokter berhasil menyelesaikan pelatihan komprehensif tentang Emergency Obstetric and Newborn Care (EmONC) atau pelayanan obstetri dan neonatal emergensi.

Pelatih EmONC, Jose Antonio Gusmão Guterres atau lebih dikenal Dokter Zeto menginformasikan, pelatihan tersebut telah dilakukan oleh INS (Institut Nasional Kesehatan) sejak 2018 dengan dukungan dari UNFPA (Dana Penduduk Perserikatan Bangsa-Bangsa) dan Pemerintah Australia.

“Pelatihan dalam kebidanan darurat dan perawatan bayi baru lahir telah dilakukan di seluruh kotamadya dengan partisipasi 142 tenaga kesehatan yang terdiri dari 103 bidan dan 39 dokter,” ucap Dokter Zeto di UN House Caicoli, selasa ini.

Berita terkait : 11 tenaga kesehatan selesaikan pelatihan EmONC

Pelatihan komprehensif EmONC dirancang untuk meningkatkan kemampuan bidan dan dokter dalam mengidentifikasi ibu yang berisiko dan memberikan manajemen yang baik dan pemindahan mereka ke fasilitas kesehatan yang sesuai sebagai cara untuk mengurangi angka kematian bayi dan ibu yang baru lahir.

Selain itu, untuk meningkatkan keterampilan dalam perawatan dan pengetahuan terkait kehamilan untuk mengenali dan mengelola komplikasi kebidanan, meningkatkan keterampilan pengambilan keputusan dan komunikasi penyedia layanan kesehatan yang berfokus pada bidan dan dokter.

“Mengapa kehidupan seorang ibu begitu penting? Ibu adalah aset penting bagi keluarga dan negara. Ibu adalah pemberi makanan bergizi pertama untuk anak-anaknya,” ucapnya.

TL sendiri saat ini memiliki salah satu tingkat kematian bayi dan rasio kematian ibu tertinggi di Asia Tenggara. Negara kepulauan ini memiliki angka kematian bayi sebesar 43,9 kematian per 1.000 kelahiran hidup dan rasio kematian ibu sebesar 175 kematian per 100.000 kelahiran hidup.

Berita terkait : Hari Kesehatan Nasional, WHO: Timor-Leste harus berinvestasi pada kesehatan ibu dan anak

Dokter Zeto berharap dengan melatih dokter dan bidan lain dapat menyediakan perawatan antenatal yang berkualitas kepada semua wanita, mengawasi persalinan dan memberikan tanggap darurat tepat waktu, serta akan mendorong para ibu untuk mengakses layanan kesehatan.

Disebutkan, 142 tenaga kesehatan tersebut berasal dari pusat Pelayanan Obsteri dan Neonatal Emergensi Komprehensif (CEmONC) yang ditunjuk di enam (6) rumah sakit yang terdiri dari HNGV (Rumas Sakit Nasional Guido Valadares), HOREX (Rumah Sakit Umum Daerah – RSUD, Eduardo Ximenes) Baucau serta Rumah Sakit Rujukan seperti Maubisse, Maliana, Suai dan Oecusse.

Selain itu, juga ikut berpartisipasi dalam pelatihan itu perwakilan dari Sembilan (9)  pusat Pelayanan Obsteri dan Neonatal Emergensi Dasar (BEmONC) seperti Puskesmas Rawat Inap (CSI -portugis) Lospalos, Viqueque Villa, Manatuto Villa, Aileu, Gleno, Liquica Villa, Same dan Ainaro Villa.

Dijelaskan, fasilitas BEmONC memenuhi definisi CEmONC tetapi tidak memiliki kemampuan untuk melakukan operasi caesar dan melakukan transfusi darah.

Pusat CEmONC dilengkapi dengan tenaga kerja dan infrastruktur yang dibutuhkan untuk merawat ibu dan bayi baru lahir. Pusat ini memiliki Dokter Kebidanan, Dokter Anak, Dokter, Staf Perawat, teknisi lab, dan staf pendukung yang bertugas dan Ahli Anestesi yang siap dipanggil sepanjang waktu.

Reporter: Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!