iklan

AILEU, BAUCAU, EKONOMI, ERMERA, INTERNASIONAL, LAUTÉM, LIQUIÇÁ, VIQUEQUE

Tingkatkan teknik konstruksi pedesaan, UNDP fasilitasi pelatihan pada 24 insinyur  

Tingkatkan teknik konstruksi pedesaan, UNDP fasilitasi pelatihan pada 24 insinyur  

UNDP bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Administrasi Negara, dan Sekretaris Negara urusan Perlindungan Sipil menggelar pelatihan komprehensif untuk 24 insinyur. Foto Tatoli/Francisco Sony

DILI, 25 juli 2022 (TATOLI)—  Program Pembangunan PBB (UNDP)  bersama Kementerian Pekerjaan Umum (MOP – tetum), Kementerian Administrasi Negara (MAE – tetum), dan Sekretaris Negara urusan Perlindungan Sipil (SEPS)  memulai program pelatihan komprehensif untuk 24 insinyur tingkat kotamadya dan nasional guna menjamin pembangunan yang ramah lingkungan.

Perwakilan UNDP di Timor-Leste, Lazima Onta–Bhatta mengatakan,  tujuan  pelatihan  meningkatkan kapasitas mereka tentang metode dan teknik konstruksi pedesaan.

“Pelatihan ini juga akan menampilkan penerapan praktik rekayasa berbasis alam seperti rekayasa hayati tanah dan wanatani untuk memerangi bahaya dan risiko yang disebabkan oleh iklim,” ungkap Perwakilan UNDP di Pusat Pelatihan Don Bosco, senin ini.

Menurutnya, ini adalah bagian dari proyek GCF (Green Climate Fund) UNDP tentang  “Melindungi Masyarakat Pedesaan dan Aset Fisik mereka dari Bencana Akibat Iklim di Timor-Leste” dan akan disampaikan   para ahli dan pelatih dari Unit Teknologi Berbasis Tenaga Kerja Pusat Pelatihan Don Bosco yang berbasis di Dili.

Unit infrastruktur meliputi sistem pasokan air, jalan pedesaan, skema irigasi dan infrastruktur perlindungan banjir/sungai di enam kotamadya terpilih yaitu Aileu, Baucau, Ermera, Lautem, Liquica dan Viqueque.

Dikatakan, dengan bekerja sama dengan MAE dan MOP, akan mendukung prioritas proyek yang diinformasikan tentang risiko iklim dan pelatihan teknis serta kegiatan pengembangan kapasitas untuk staf dari kotamadya dan pemerintah pusat.

Pelatihan akan dilaksanakan dalam dua tahap.  Tahap pertama tentang sesi berbasis kelas akan diberikan selama sepuluh hari kepada staf teknis guna  mendukung implementasi infrastruktur tahan iklim sesuai dengan desain, BOQ dan spesifikasi teknis yang dilanjutkan lagi 13 hari  untuk pembinaan lapangan dan pengembangan kapasitas kepada staf teknis.

Sebanyak 27 peserta yang terdiri dari 24 insinyur dari tingkat kotamadya dan tiga  insinyur nasional terdaftar untuk menjalani pelatihan selama 23 hari ke depan melalui kerjasama dengan Don Bosco Training Centre Comoro (DBTCC) Dili.

Koordinator DBTCC, Pastor Gui do Carmo, SDB menghargai kerjasama dengan UNDP dan pihaknya telah menyiapkan modul yang dibawakan oleh empat insinyur dengan fasilitas yang ada di Don Bosco.

Sementara itu, Direktur Umum Pembangunan Pedesaan MAE, Rosito Guterres meminta para peserta pelatihan untuk fokus pada pelatihan ini. Karena, mereka akan menangani  proyek-proyek di pedesaan.

“Kalian adalah arsitek dan teknik sipil tetap dalam pelatihan ini. Kalian akan melihat lebih banyak agar proyek yang kita lakukan nanti akan menjamin keberlanjutan demi melindungi lingkungan,” katanya.

Disebutkan, pelatihan ini sepenuhnya dibiayai oleh GCF dengan dana sebesar $72.000.

Reporter: Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

 

 

 

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!