DILI, 19 Juli 2022 (TATOLI) – Menurut data dari Kementerian keuangan (Kemenkeu) melalui Direktorat jenderal Statistik (DGE) yang dirilis juni 2022, menyebutkan, tingkat perubahan Indeks Harga Konsumen (IHK) meningkat 1, 3% dibandingkan bulan sebelumnya dan inflasi sebesar 0,6%.
Menurut data Direktorat Jenderal Statistik menyebutkan, kenaikan tersebut disebabkan oleh kenaikan harga produk makanan, minuman non-alkohol, tembakau, Bahan Bakar Minyak (BBM) dan lainnya.
Menurut pernyataan tersebut, harga makanan dan minuman non-alkohol naik menjadi 0,7%.
“Harga tembakau dan minuman beralkohol naik 2,2%. Mengenai biaya bahan bakar, kenaikannya 1,0%,” tulis siaran pers yang diakses Tatoli, rabu ini.
Kenaikan juga terjadi pada harga minyak goreng (6,0%), beras (1,2%), selai, coklat, madu dan manisan (1,2%), ikan dan hasil laut lainnya (0,6%) dan daging (0,1%).
Di sisi lain, beberapa produk mengalami penurunan harga, antara lain susu, keju dan telur (4,9%), peralatan pemeliharaan dan perabot rumah tangga (0,4%) dan sayuran (0,3%).
Dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (dalam hal ini Juni), DGE mencatat kenaikan sebesar 8,0%, yang berkontribusi pada kenaikan ini beberapa produk seperti, makanan dan minuman non-alkohol, sebesar 8,6%, alkohol dan tembakau, dengan 25,9%, sementara pada peralatan pemeliharaan dan perabot rumah tangga (3,3%) serta jasa-jasa seperti rekreasi dan budaya (2,0%), pendidikan (2,4%) dan kesehatan (1%).
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz




