iklan

EKONOMI, INTERNASIONAL

TL dan Australia luncurkan laporan tantangan pekerjaan untuk kaum muda

TL dan Australia luncurkan laporan tantangan pekerjaan untuk kaum muda

Pemerintah Timor-Leste melalui Kementerian Keuangan dan Kedutaan Besar Australia di TL meluncurkan laporan ‘Timor-Leste's Youth Population: The Employment Challenges of a "Youth Bulge" di Timor Plaza, kamis (28/04). Foto Tatoli/Francisco Sony

DILI, 28 april 2022 (TATOLI)— Pemerintah Timor-Leste (TL) melalui Kementerian Keuangan dan Kedutaan Besar Australia di TL  meluncurkan laporan ‘Timor-Leste’s Youth Population: The Employment Challenges of a “Youth Bulge”. Laporan itu menyoroti tentang tantangan apa saja yang dihadapi kaum muda TL.

Laporan penelitian diluncurkan Menteri Keuangan, Rui Gomes, dan Duta Besar Australia untuk TL, Bill Costello. Laporan itu menyoroti tantangan yang diciptakan oleh laju pertumbuhan yang cepat dalam populasi kaum muda  TL.

Penelitian yang dilakukan membutuhkan investasi dalam inisiatif ketenagakerjaan kaum muda. Penelitian yang diterbitkan ini menyoroti kebutuhan mendesak untuk investasi dalam inisiatif ketenagakerjaan kaum muda di TL.

Disebutkan dalam laporan itu bahwa, 30.000 kaum muda TL menyelesaikan pendidikan mereka dan siap untuk bergabung dengan angkatan kerja setiap tahun. Tetapi hanya 2.275 pekerjaan baru yang diciptakan pada tahun 2021.

Laporan itu juga memperkirakan bahwa pengangguran kaum muda Timor-Leste sekarang mencapai 30% secara keseluruhan, dengan satu dari tiga kaum muda mencari pekerjaan tidak dapat menemukan apapun.

Dilain pihak, laporan ini sendiri diproduksi   Universitas Monash Australia dan ditulis oleh Profesor Brett Inder. Laporan dengan judul, Timor-Leste’s Youth Population: The Employment Challenges of a “Youth Bulge” itu  mengeksplorasi TL dalam tantangan pengangguran kaum muda sambil menawarkan solusi tentang cara menciptakan peluang kerja dan memastikan kaum muda siap bekerja.

Laporan tersebut menyatakan bahwa menciptakan peluang kerja melalui pertanian, di mana 37% orang dewasa TL sudah bekerja, dan sektor swasta, yang mempekerjakan 50.000 orang, dapat menjadi solusi kunci untuk tantangan pengangguran kaum muda TL.

Rekomendasi dalam laporan ini juga mencakup peningkatan pendidikan   di sekolah dasar dan menengah yang berinvestasi dalam pelatihan kejuruan dan pendidikan tinggi untuk memastikan kaum muda untuk memiliki keterampilan siap kerja yang mereka butuhkan.

Pada acara peluncuran,  Bill Costello, selaku Duta Besar Australia untuk TL, mengatakan negaranya  berkomitmen untuk bekerja sama dengan Pemerintah TL untuk membantu menemukan solusi atas masalah pengangguran kaum muda.

Peluncuran laporan diselenggarakan oleh Program Pengembangan Tenaga Kerja Timor-Leste (WDPTL) yang didanai Australia dan Pemerintahan untuk Pembangunan (GfD) bekerja sama dengan Sekretaris Negara untuk Pelatihan Kejuruan dan Ketenagakerjaan (SEFOPE).

Acara ini mencakup diskusi panel dengan perwakilan pemerintah dan sektor swasta serta pengusaha yang berbagi pengalaman mereka dalam menciptakan kesempatan kerja bagi pemuda TL di industri atau sektor mereka.

Sementara itu, Penulis Laporan, Profesor Brett Inder mengatakan laporan ini sendiri untuk menyuarakan masa depan kaum muda dengan memikirkan cara terbaik dalam menciptakan peluang baru untuk pekerjaan dan bagaimana dapat lebih mempersiapkan kaum muda untuk membuat mereka siap bekerja.

“Proses penulisan laporan dilakukan melalui dukungan Pemerintah Australia dan juga TL,” paparnya.

Proses penelitian untuk laporan tersebut dilakukan bersama dengan bersama sekitar sepuluh peniliti dari TL dan menghabiskan dana sebesar  $10.000.

Direktur Eksekutif Sekretariat Strategi Ketenagakerjaan Nasional, Jenifer Antonio da Cruz Pui mengakui laporan ini menunjukan tantangan baru untuk TL agar selain memberikan lapangan kerja di luar negeri, Pemerintah harus memikirkan cara untuk memperluas lapangan kerja di TL.

“Kita lihat disini bagaimana meningkatkan lapangan kerja di sektor pertanian dan juga bagaimana partisipasi kaum muda sendiri dan tentunya Pemerintah harus meningkatkan fasilitas yang lebih baik agar menyediahkan pelatihan yang memumpuni untuk mereka,” ungkapnya.

Ia menginformasikan bahwa saat ini, TL telah memiliki dua pusat pelatihan di Baucau dan Tibar yang berfokus pada sektor pertanian modern dan tentunya ini adalaha tahap awala bagi Pemerintah untuk meningkatkan pelatihan yang sama di setiap Pusat Pelatihan yang ada.

 Reporter: Cidalia Fatima

Editor    : Armandina Moniz

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!