iklan

EKONOMI, POLITIK, DILI, HEADLINE, SOSIAL INKLUSIF

Penggunaan APBN 2022 pada trimester pertama telah capai 8%

Penggunaan APBN 2022 pada trimester pertama telah capai 8%

Menteri Kabinet Dewan Menteri, Fidelis Manuel Leite Magalhães. Foto TATOLI/Francisco Sony

DILI, 26 april 2022 (TATOLI)— Penggunaan Anggaran Pendapatan  Belanja Negara (APBN) sejak 1 januari hingga 31 maret 2022 telah  mencapai 8% ($160,8 juta) dari total alokasi anggaran sebesar    $1,967.8 milyar.

Demikian diutarakan Menteri Kabinet Dewan Menteri, Fidelis Manuel Leite Magalhães pada wartawan usai rapat di Kantor Kementerian Keuangan,  Aitarak Laran, Dili, selasa ini.

Menteri Fidelis mengatakan, penggunaan dana APBN 2022 itu diungkapkan Menteri Keuangan, Rui Augosto Gomes dalam rapat Dewan Menteri.

“Dari jumlah tersebut anggaran senilai  24% ($60,5 juta) untuk gaji pegawai, Barang dan Jasa 9% ($46,4 juta), kapitál  7% ($49,6 juta), dana  pembangunan senilai 1% ($4 juta) dan dana tidak terduga  0,4% ($206). Itu  lebih rendah, pada penggunaan trimester pertama,” kata Menteri Kabinet, Dewan Menteri, Fidelis kepada wartawan usai rapat Dewan Menteri.

Dijelaskan,  penggunaan paling tertinggi untuk periode ini adalah Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama (MNEK) yang telah mencapai 33% ($8,3 juta). Sementara itu, urutan kedua penggunaan pada Dewan Menteri yang  telah dieksekusi senilai  26% ($1,2 juta). Berikutnya,  Kementerian  Urusan Pejuang Pembebasan Nasional, dengan total 24% (23,6 juta) yang telah digunakan.

Sementara itu, kataya,  kementerian dengan penggunaan APBN 2022 paling rendah di trimester pertama, adalah Kementerian Pekerjaan Umum (MOP) hanya 2%,  Menteri Pariwisata, Perdagangan Industri (MTCI) 2%, Sekretariat Negara urusan Koperasi (SEKoop) 1 %, dan Kementerian Perminyakan dan Mineral  senilai 0,2%.

Pengunaan APBN ditingkat Kotamadya

Biaya penggunaan APBN 2022 ditingkat kotamadya menunjukan kemajuan yang baik pada trimester pertama. Ada enam kotamadya yang telah menggunakan APBN dengan baik yaitu,  Manufahi (23%), Lautem (21%), dan masing-masing 20% di Covalima dan Ainaro. Sementara masing-masing 19% di Baucau dan Liquica.

Kemajuan baik dalam penggunaan APBN 2022, dapat melanjutkan fasilitas politik desentralisasi di Pemerintah ke delapan Konstitusi, yang dipimpim   Perdana Menteri, Taur Matan Ruak. Pekerjaan desentralisasi tersebut dipimpin Kementerian Administrasi Negara (MAE).

Pemerintah mengalokasikan APBN 2022 senilai $1,967.8 milyar, namun tidak termasuk anggaran untuk Institut Nasional Jaminan Sosial (INSS).

Reporter : Mirandolina Barros Soares

Editor    : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!