DILI, 11 april 2022 (TATOLI)- Badan Komisi Pengawas Pemilihan Umum-BAWASLU (CNE-Comição Naçional das Eleições) dan Badan Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) mendorong partisipasi penuh mahasiswa terlibat dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) putaran kedua periode 2022-2027.
UNDP bekerja sama dengan CNE dengan dibiayai Pemerintah Jepang menggelar seminar yang diikuti 100 lebih mahasiswa dari dua universitas berbeda yaitu Universitas Dili (UNDIL) dan Universitas Nasional Timor-Leste (UNTL).
Ketua CNE, José Belo mengatakan, penting bagi semua warga negara untuk mengikuti pesta demokrasi dengan melibatkan kaum muda khususnya mahasiswa dalam Pilpres.
“CNE bertanggungjawab mengajak seluruh mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam pemilu sekarang dan bahkan di masa depan,” kata Jesé Belo di Suai Room, Timor Plaza, senin ini.
Baginya, mahasiswa adalah generasi baru TL dan mereka harus memahami secara mendalam tentang pentingnya pemilu bagi sebuah negara. Penentuan negara ditentukan melalui sistem demokrasi dalam proses pemilu.
Mahasiswa adalah generasi baru negara yang wajib memilih pada hari pemilihan. Pembangunan negara akan ditentukan dari hasil pemungutan suara dan juga saling berkontribusi untuk pembangunan masa depan negara.
Manajer Program Ketahanan Pemilu UNDP, Tito Filipe mengatakan inisiatif kegiatan ini adalah untuk berbagi pesan kepada mahasiswa terkait masa pemilu dan UNDP juga mendorong mahasiswa untuk memilih selama periode pemilihan.
“Mahasiswa harus berpartisipasi penuh dalam pemilu. Mereka telah berpartisipasi dalam pendaftaran pemilu dan proses pemungutan suara,” jelas Tito Filipe.
Menurut data CNE, ada 27.000 pemilih baru yang mendaftar untuk Pilpres 2022, dari angka tersebut 4.030 mahasiswa dari beberapa universitas yang terdaftar.
Reporter: Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




